Gallery  —  Posted: 18 August 2017 in Do'a-do'a

Gallery  —  Posted: 18 August 2017 in KESEHATAN, MENDIDIK ANAK

Gallery  —  Posted: 18 August 2017 in Sifat-sifat Baik

Gallery  —  Posted: 8 August 2017 in WUDHU

IMG_20170806_103203-1

Bagi kita yang masih single, jangan bersedih dan putus asa.
Percayalah bahwa segala sesuatu itu sudah ada pasangannya dan ada waktunya.
Tapi kenapa sampai sekarang belum menikah?

Maisarah berkata, Thawus berkata kepadaku: “Engkau benar-benar menikah atau aku mengatakan kepadamu seperti apa yang dikatakan ‘Umar kepada Abu Zawa-id: ‘Tidak ada yang menghalangimu untuk menikah kecuali kelemahan atau banyak dosa. (Abdurrazzaq (no. 10384, VI/170), Siyar A’laamin Nubalaa’ (V/47-48)

Ada dua hal yang menghalangi kita dalam menikah yaitu kelemahan kita atau banyaknya dosa kita. Perbanyak baca istigfar dan minta ampun kepada Allah. Bisa jadi karena dosa-dosa kita, Allah menunda atau memperlambat datangnya karunia-Nya dan rezeki-Nya kepada kita. Tetaplah berhusnudzon kepada Allah, yakinlah bahwa segala urusan makhluk yang ada di bumi sudah diatur-Nya.
Mudah-mudahan dengan kita banyak memohon ampunan, Allah mengampuni segala kesalahan dan dosa kita.

Ubahlah kelemahan kita dalam menikah menjadi kekuatan kita. Teruslah belajar ilmu agama dan ilmu lainnya, perluas hubungan kita dengan orang-orang (bersilaturrahmi), lebih dewasakan dan bijakkan diri kita, dan jadilah orang yang baik akhlaknya.

Luruskan niat kita menikah yaitu utamanya untuk melaksanakan perintah Allah dan sunnah rosul, menyempurnakan setengah agama kita, untuk beribadah, menjaga kesucian diri, memiliki keturunan yang sholeh dan sholehah.

Bagi laki-laki, siapkan dirinya untuk menjadi seorang pemimpin/imam keluarga, menjadi ayah, memberi nafkah, mendidik dan membimbing istri dan anak-anaknya, menjadi sahabat bagi istrinya dalam urusan agama, dunia, dan akhiratnya.
Bagi perempuan, siapkan dirinya untuk menjadi seorang istri, menjadi ibu sekaligus jantungnya keluarga, mendidik dan membimbing anak-anaknya, taat dan menjadi sahabat suami dalam urusan agama, dunia dan akhiratnya.

Dalam menanti kedatangannya (yang berati itu adalah waktu luang), perbaiki dan persiapkan diri kita karena menikah itu bukan sekedar menikah tetapi akan dimintai pertanggungjawaban pula kelak.

Kita nanti akan menjadi orangtua, didik dan bimbinglah anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.
Anak-anak yang sholeh dan sholehah akan menjadi investasi kita di dunia dan di akhirat kelak. Ciptakan generasi penerus yang lebih baik.

Semangat yaa bagi kita (termasuk saya). Hehe
Intinya manfaatkan masa muda kita.
Manfaatkan waktu luang kita dengan baik dan benar.

#06Agustus2017 #13Dhulqo’dah1438H #Muse #Writing #Riniiswriter

FB_IMG_1501316555224-1

Mari menata ulang ruang perasaan. Di usia kita ini, sudah bukan waktunya galau-galauan karena patah hati, ingat masa lalu, atau cinta yang terpendam.

Lihatlah Ibu dan Bapak kita yang sudah menua. Adakah diantara kita yang sudah membahagiakan mereka?

Lihatlah masyarakat sekitar, manfaat apa yang sudah kita berikan pada mereka?

Atau justru, lihatlah diri kita sendiri, sudah khusu’ kah shalatnya?

Sudah istiqomahkah baca Qur’annya?

Sudah layakkah disebut dewasa?

Kita sibuk dengan urusan perasaan-perasaan, tanpa sadar jatah muda kita sudah hampir habis.

Kita sibuk meratapi masa lalu, hingga lupa bahwa ada hari ini yang harus dimanfaatkan.

Kita sibuk menangisi luka, hingga lupa bahwa ada jutaan dosa yang lebih layak ditangisi.

Maafkan, sekira tulisan ini kutelunjukkan pada wajahku sendiri.

📝 Aby.A izuddin

(Via: @negeriakhirat)

FB_IMG_1500726522217

Palestina memiliki kedudukan istimewa dilubuk hati setiap muslim. Palestina adalah tanah suci yang diberkahi sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an:

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al Isra:1)

Di sana terdapat Masjid Al Aqsa yang bagi umat Islam memiliki beberapa keistimewaan:

(1) Kiblat pertama umat Islam

(2) Masjid kedua yang dibangun di muka bumi seperti dinyatakan di dalam hadits

Abu Dzar Al-Ghifari ra. berkata:
“Aku bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama kali dibangun di muka bumi?”
Beliau menjawab: “Masjid Al-Haram”.
Lalu aku bertanya lagi: “Kemudian masjid apa lagi?”
Beliau menjawab: “Masjid Al-Aqsha”.
Aku bertanya lagi: “Berapa jarak pembangunan antara keduanya?”
Beliau menjawab: “Empat puluh tahun”.
Kemudian dimana saja kamu mendapati waktu shalat telah tiba, maka shalatlah (kamu disitu)”.
(Hadits shahih diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Nasai dan Qazuwaini)

Rasulullah saw. juga bersabda:
”Shalat di masjid Al-haram lebih utama seratus ribu kali lipat dibandingkan shalat di masjid lainnya, dan shalat dimasjidku (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat (dibanding shalat di masjid lainnya), dan shalat di masjid Baitul Maqdis (masjid al-Aqsha) lebih utama lima ratus kali lipat (dibanding shalat di masjid lainnya)”. (Diriwayatkan oleh at Thahawi)

(3) Satu dari tiga mesjid yang memiliki kedudukan penting dalam islam

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda: ”Tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan kecuali menuju tiga masjid: “Masjid al-Haram, masjidku ini (masjid Nabawi) dan masjid al-Aqsha”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

(4) Palestina adalah terminal akhir dari perjalanan Isra Nabi Muhammad saw. dan sekaligus titik awal Mi’rajnya ke langit untuk menerima perintah shalat lima waktu, seperti telah disebutkan dalam surat al-Isra ayat 1 di atas.

(5) Negeri para Nabi, dimana banyak nabi-nabi dilahirkan, hidup dan dimakamkan disana, seperti Nabi Ibrahim, Ishak, Sulaiman, Musa, Daud dan lainnya.

(6) Palestina juga adalah Negeri tempat dikumpulkan dan dihidupkan kembali semua umat manusia, dari sejak Nabi Adam hingga generasi akhir zaman. Tempat domisilinya Darul Islam. Orang yang teguh untuk tetap tinggal disana karena Allah, bagai seorang mujahid yang berjihad di jalan-Nya.

Abu Umamah al-Bahili ra. berkata bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:
“Senantiasa akan ada sekelompok orang dari ummatku yang memperjuangkan kebenaran dan memerangi musuh mereka. Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka hingga ketentuan Allah swt. Menyambangi mereka dan mereka akan tetap seperti itu”. Mereka bertanya: ”Ya Rasulullah, dimanakah mereka itu?”
Beliau menjawab: ”Mereka berada di Baitul Maqdis di Sekitar Baitul Maqdis”.

(7) Pusat berkumpulnya generasi kedua dari kelompok yang ditolong Allah sampai hari Kiamat.

Sumber: al Haqaaiq wa ats Tsawabit fil Qadliyyah al Filisthiniyyah/Karya : Dr. Muhsin Muhammad Shaleh/Penerjemah : Heri Efendi, Lc