Screenshot_2017-10-27-16-33-59-1

Allahu Akbar Allahu Akbar. (2X)

Asyhadu alla illahaillallah. (2X)

Asyhadu anna Muhammadar rasulullah. (2X)

Haiyaalas sholah (2X)

Haiyaalal falah. (2X)

Allahu Akbar Allahu Akbar.

La ilahaillallah.

Pernah gak bertanya kenapa sih ada lafal “haiyaalal falah” yang artinya marilah kita menuju kesuksesan/kejayaan/kemenangan?

Ternyata ini rahasianya, hanya orang yang menyegerakan diri mendatangi panggilan Allah, yang bersegera menunaikan perintah Allah, yang menyegerakan sholat awal waktu, yang akan menjadi orang yang sukses.

Imam Hasan Al Bashri berkata: Jika shalat saja merupakan hal sepele bagimu, maka adakah urusan yang penting menurutmu? Seperti apa engkau mengubah shalatmu, seperti itulah engkau mengubah hidupmu. Tidakkah engkau tahu bahwa shalat itu bergandengan dengan kesuksesan. “Marilah dirikanlah shalat, marilah meraih kesuksesan.” Bagaimana mungkin engkau minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak tunaikan hakNya.”

Semoga Allah selalu memberikan kita hidayah agar kita selalu istiqomah melaksanakan sholat di awal waktu. Aamiin Aamiin…

#Muhasabahdiri

(Via: @diindrihijab)

Advertisements

TANGIS GENERASI SALAF

Posted: 27 October 2017 in Sifat-sifat Baik

WASIAT-WASIAT GENERASI SALAF

“TANGIS GENERASI SALAF”

Generasi salaf adalah generasi yang memiliki hati yang amat lembut. Sehingga hati mereka mudah tergugah dan menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terlebih tatkala membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Ketika membaca firman Allah:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu” (Q.S Al-Ahzab: 33)

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha menangis tersedu-sedu hingga basahlah pakaiannya.

Demikian pula Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, ketika membaca ayat:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka).” (Q.S Al-Hadid: 16)

Beliau menangis hingga tiada kuasa menahan tangisnya, ketika beliau membaca surat Al-Muthaffifin setelah sampai pada ayat:

لِيَوْمٍ عَظِيمٍ يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

“Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.” (Q.S Al-Muthaffifiin : 5-6)

Beliau menangis dan bertambah keras tangis beliau sehingga tidak mampu meneruskan bacaannya.

(Dari: almanhajorid)

WASIAT-WASIAT GENERASI SALAF

“GENERASI SALAF SEBAGAI GENERASI PILIHAN”

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung. (Q.S At-Taubah [9]: 100)

Dalam ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi pujian kepada para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan. Merekalah generasi terbaik yang dipilih oleh Allah sebagai pendamping nabi-Nya dalam mengemban risalah ilahi.

Pujian Allah tersebut, sudah cukup sebagai bukti keutamaan atau kelebihan mereka. Merekalah generasi salaf yang disebut sebagai generasi Rabbani yang selalu mengikuti jejak langkah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dengan menapak tilasi jejak merekalah, generasi akhir umat ini akan bisa meraih kembali masa keemasannya. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik rahimahullah, “Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang membuat generasi awalnya menjadi baik.”

Sungguh sebuah ucapan yang pantas ditulis dengan tinta emas. Jikalau umat ini mengambil generasi terbaik itu sebagai teladan dalam segala aspek kehidupan, niscaya kebahagiaan akan menyongsong mereka.

Dalam kesempatan kali ini, kami akan mengupas bagaimana para salaf menyucikan jiwa mereka, yang kami nukil dari petikan kata-kata mutiara dan hikmah yang sangat berguna bagi kita.

(Dari: almanhajorid)

TAZKIYATUN NUFUS

Posted: 27 October 2017 in Sifat-sifat Baik

WASIAT-WASIAT GENERASI SALAF

“SALAF DAN TAZKIYATUN NUFUS”

Salah satu sisi ajaran agama yang tidak boleh terlupakan adalah tazkiyatun nufus (penyucian jiwa). Allah selalu menyebutkan tazkiyatun nufus bersama dengan ilmu. Allah berfirman:

كَمَآأَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِّنكُمْ يَتْلُوا عَلَيْكُمْ ءَايَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّالَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Kitab (Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui. (Q.S Al-Baqarah [2] : 15)

Artinya, ilmu itu bisa jadi bumerang bila tidak disertai dengan tazkiyatun nufus. Oleh sebab itu dapat kita temui dalam biografi ulama salaf tentang kezuhudan, keikhlasan, ketawadhu’an dan kebersihan jiwa mereka.

Begitulah, mereka selalu saling mengingatkan tentang urgensi tazkiyatun nufus ini. Dari situ kita dapati ucapan-ucapan ulama salaf sangat menghunjam ke dalam hati dan penuh dengan hikmah.

Hamdun bin Ahmad pernah ditanya: “Mengapa ucapan-ucapan para salaf lebih bermanfaat daripada ucapan-ucapan kita?”
Beliau menjawab: “Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa dan mencari ridha Ar-Rahman, sementara kita berbicara untuk kemuliaan diri, mengejar dunia dan mencari ridha manusia!”

(Dari: almanhajorid)

TAUBAT

Posted: 27 October 2017 in Sifat-sifat Baik

WASIAT-WASIAT GENERASI SALAF

“SALAF DAN TAUBAT”

Setiap Bani Adam pasti bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat kepada Allah. Demikianlah yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits shahih.
Generasi salaf adalah orang yang terdepan dalam masalah ini!

‘Aisyah Radhiyallahu anha berkata: “Beruntunglah bagi orang yang buku catatan amalnya banyak diisi dengan istighfar.”

Al-Hasan Al-Bashri pernah berpesan: “Perbanyaklah istighfar di rumah kalian, di depan hidangan kalian, di jalan, di pasar dan dalam majelis-majelis kalian dan dimana saja kalian berada! Karena kalian tidak tahu kapan turunnya ampunan!”

(Dari: almanhajorid)

TAWADHU

Posted: 27 October 2017 in Sifat-sifat Baik

WASIAT-WASIAT GENERASI SALAF

“SALAF DAN TAWADHU”

Pernah disebut-sebut tentang tawadhu’ di hadapan Al-Hasan Al-Bashri, namun beliau diam saja. Ketika orang-orang mendesaknya berbicara, ia berkata kepada mereka: “Saya lihat kalian banyak bercerita tentang tawadhu’!”

Mereka berkata: “Apa itu tawadhu’ wahai Abu Sa’id?” Beliau menjawab: “Yaitu setiap kali ia keluar rumah dan bertemu seorang muslim ia selalu menyangka bahwa orang itu lebih baik daripada dirinya.”

Ibnul Mubarak pernah ditanya tentang sebuah masalah di hadapan Sufyan bin Uyainah, ia berkata: “Kami dilarang berbicara di hadapan orang-orang yang lebih senior dari kami.”

Al-Fudhail bin Iyadh pernah ditanya: “Apa itu tawadhu’?” Ia menjawab: “Yaitu engkau tunduk kepada kebenaran!”

Mutharrif bin Abdillah berkata: “Tidak ada seorangpun yang memujiku kecuali diriku merasa semakin kecil.”

(Dari: almanhajorid)

SIFAT ZUHUD

Posted: 27 October 2017 in Sifat-sifat Baik

WASIAT-WASIAT GENERASI SALAF

“SALAF DAN SIFAT ZUHUD”

Yusuf bin Asbath pernah mendengar Sufyan Ats-Tsauri berkata:
“Aku tidak pernah melihat kezuhudan yang lebih sulit daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kita banyak menemui orang-orang yang zuhud dalam masalah makanan, minuman, harta dan pakaian. Namun ketika diberikan kekuasaan kepadanya maka iapun akan mempertahankan dan berani bermusuhan demi membelanya.”

Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang lelaki yang memiliki seribu dinar apakah termasuk zuhud?
Beliau menjawab: “Bisa saja, asalkan ia tidak terlalu gembira bila bertambah dan tidak terlalu bersedih jika berkurang.”

Demikianlah beberapa petikan mutiara salaf yang insyaAllah berguna bagi kita dalam menuju proses penyucian jiwa. Semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan dalam meniti jejak generasi salaf dalam setiap aspek kehidupan.

(Dari: almanhajorid)