Archive for the ‘SURGA’ Category

Apakah di Surga Bisa Punya Anak Lagi?

Posted: 22 September 2017 in SURGA

Screenshot_2017-09-21-10-14-28-1-1

Terdapat hadits yang dishahihkan oleh sebagian ulama memgenai “Jika seseorang ingin anak di surga, maka lahir dan tumbuh dalam sesaat”.

Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai hal ini:
1. Yang mengatakan bisa punya anak ‘membawa dalil bahwa di surga kita bisa minta apa saja’
2. Yang tidak setuju ‘berpendapat bahwa pendalilnya yang tidak shahih’

Pendapat terkuat dan pertengahan:
Memang di surga kita bisa minta apa saja sesuai keinginan (tentu keinginan yang baik), tetapi PENDUDUK SURGA TIDAK PUNYA KEINGINAN PUNYA ANAK.
______________________________________________

Terdapat hadits yang dzahir menunjukkan bahwa jika kita menginginkan anak di surga, maka kita bisa mendapatkannya. Hadits tersebut adalah: “Seorang mukmin jika menginginkan anak di surga, maka kehamilannya, kelahirannya dan pertumbuhannya dalam sesaat sebagaimana yang ia inginkan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah di shahihkan oleh Al-Albani dalam shahihul jaami’ no. 6649)

Syaikh Muhammad Abdurrahman Al-Mubarakfury rahimahullah menjelaskan hadits:
“Lafadz “hamil” maksudnya mengandung anak, lafadz “kelahiran dan pertumbuhannya” maksudnya sempurna umurnya yaitu 30 tahun, lafadz “sebagaimana yang ia inginkan” maksudnya sesuai keinginannya, anak laki-laki atau perempuan dan semisalnya.”

“Terdapat khilaf ulama”

Dalam hal ini terdapat khilaf ulama, sebagian ulama mengatakan bahwa penghuni surga akan mendapatkan anak jika ia inginkan karena penghuni surga mendapatkan apapun yang mereka inginkan.
Allah Ta’ala berfirman: “Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (Q.S Az-Zukhruf: 71)

Dan Allah Ta’ala berfirman: “Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.” (Q.S Qof: 35)

(Oleh: dr Raehanul Bahraen – @indonesiabertauhidofficial)

Advertisements

Surga Tidak Diraih Dengan Bermalas-malasan

Posted: 12 September 2017 in SURGA

Istirahat Yang Haqiqi adalah di Surga

Posted: 12 September 2017 in SURGA

screenshot_2017-02-20-08-33-12-1

(1) Menjaga Shalat Lima Waktu
Karakter pertama wanita yang dirindukan oleh surga adalah mereka yang menjaga shalat lima waktunya. Seperti yang diketahui bahwa shalat merupakan rukun Islam yang kedua. Shalat juga menjadi ibadah pembeda antara orang mukmin dan orang kafir.

Shalat merupaka amalan pertama  yang akan dihisab saat di akhirat kelak. Jika baik shalatnya maka baik pula amalan lainnya dan sebaliknya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.” (HR. Ahmad; shahih)

(2) Berpuasa di Bulan Ramadhan
Sesuai dengan hadist di atas, karakter wanita yang dirindukan oleh surga lainnya adalah mereka yang senantiasa berpuasa di bulan Ramadhan. Rukun Islam ketiga ini wajib dilaksanakan oleh setiap kaum muslim. Muslimah yang sudah baligh tentu saja juga diwajibkan untuk berpuasa. Kecuali mereka yang berhalangan untuk puasa seperti karena haid. Namun diwajibkan atas mereka untuk mengganti puasa tersebut di bulan lainnya.

(3) Menjauhi Zina
Sebenarnya, jalan menuju surga bagi kaum wanita itu sangat terbuka lebar. Selain dengan melakukan amalan seperti shalat lima waktu, puasa Ramadhan ternyata ada amalan lain yang harus dilakukan oleh seorang wanita agar dirindukan oleh surga, yakni dengan menjauhi zina.

Zina merupakan dosa besar yang keji dan dibenci oleh Allah SWT. Islam bukan hanya melarang perbuatan zina, bahkan mendekatinya pun tidak diperbolehkan. Oleh sebab itu, wanita yang bisa menjaga dirinya untuk menjauhi zina akan dirindukan kehadirannya di surga kelak.

(4) Taat kepada Suami
Di dalam Islam, suami merupakan sosok pemimpin bagi istri dan keluarganya. Perintah yang ia berikan wajib ditaati selama itu tidak melanggar syariat agama. Ternyata wanita yang taat kepada suaminya ini termasuk dalam karakter wanita yang dirindukan oleh surga.

Hushain bin Muhshin ra berkata:
Seseorang telah menceritakan kepadaku, “Aku pernah datang menemui rasulullah SAW untuk sebuah kebutuhan, Rasulullah SAW berkata,’ Ada apa ini, apakah engkau punya suami?’ Aku menjawab, ‘Ya’, Rasulullah SAW kembali bertanya,’ Bagaimana ketaatanmu padanya? ‘Aku menjawab. ‘Aku tidak pernah meremehkan ketaatan dan pengabdian kepadanya, kecuali jika aku tidak mampu. ‘Rasulullah SAW menjawab, ‘Lihatlah dirimu, sejauh mana kedudukanmu di mata suamimu, dia adalah surga dan neraka bagimu.'”

(5) Penuh Kasih Sayang
Karakter wanita yang dirindukan oleh surga selanjutnya adalah ia yang penuh dengan kasih sayang. Pada dasarnya seorang wanita itu harus memiliki kasih sayang yang berlimpah untuk suami dan anak-anaknya.

Dengan kasih sayangnya tersebut, ia bisa menjadi sosok yang menguatkan suami agar selalu berbakti kepada Allah SWT. Selain itu, dengan kasih sayangnya ia juga akan membesarkan anak-anaknya untuk menjadi generasi masa depan penerus agama Islam.

(6) Melahirkan Keturunan
Wanita yang dirindukan oleh surga selanjutnya adalah mereka yang melahirkan keturunan. Rasulullah SAW membanggakan umatnya yang berjumlah banyak dibandingkan nabi-nabi sebelumnya. Tenyata, seorang wanita yang bisa melahirkan keturunan dan mendidik anak-anaknya tersebut menjadi generasi yang shaleh akan mendapatkan balasan dengan kedudukan yang istimewa.

“Istri-istri kalian yang termasuk ahli surga adalah: Yang penuh kasih sayang, yang melahirkan keturunan, yang kembali (bersandar) kepada suami; jika suaminya marah, ia datang kepadanya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya sembari mengatakan, ‘Aku tidak akan tidur sampai engkau meridhaiku.’” (HR. An Nasa’i dan Thabrani)

(7) Selalu Berupaya Mencari Keridhaan Suami
Karakter wanita terakhir yang dirindukan oleh surga adalah istri yang selalu berupaya mencari keridhaan suami. Wanita yang memiliki karakter seperti ini tidak ingin membuat suaminya marah. Berdasarkan hadist di poin 6, wanita seperti ini akan membujuk suaminya jika marah hingga kemarahannya reda. Bahkan ia tidak akan tidur hingga suaminya tersebut ridha kepadanya.

Berusaha Meraih Surga-Nya

Posted: 5 February 2017 in SURGA

Dalam hadits disebutkan:

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” “Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat. Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)

Sedangkan firman Allah Ta’ala:

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21). Dalam ayat ini dinyatakan bahwa surga itu disediakan bagi orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Berarti ada amalan.

Begitu pula dalam ayat:

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl: 32)

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf: 72)

Seakan-akan ayat dan hadits itu bertentangan. Ayat menyatakan, kita masuk surga karena amalan dan keimanan kita. Sedangkan hadits menyatakan, faktor terbesar masuk surga adalah karena karunia Allah.

Ada beberapa penjelasan para ulama mengenai hal ini:

(1) Yang dimaksud seseorang tidak masuk surga dengan amalnya adalah peniadaan masuk surga karena amalan.

(2) Amalan itu sendiri tidak bisa memasukkan orang ke dalam surga. Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah, tentu tidak akan bisa memasukinya. Bahkan adanya amalan juga karena sebab rahmat Allah bagi hamba-Nya.

(3) Amalan hanyalah sebab tingginya derajat seseorang di surga, namun bukan sebab seseorang masuk ke dalam surga.

(4) Amalan yang dilakukan hamba sama sekali tidak bisa mengganti surga yang Allah beri. Itulah yang dimaksud, seseorang tidak memasuki surga dengan amalannya. Maksudnya ia tidak bisa ganti surga dengan amalannya. Sedangkan yang memasukkan seseorang ke dalam surga hanyalah rahmat dan karunia Allah. (Disarikan dari Bahjah An-Nazhirin, Salim bin ‘Ied Al Hilali, Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, 1430 H, 3: 18-19).

Imam Nawawi rahimahullah memberikan keterangan yang sangat bagus:
“Ayat-ayat Al-Qur’an yang ada menunjukkan bahwa amalan bisa memasukkan orang dalam surga. Maka tidak bertentangan dengan hadits-hadits yang ada. Bahkan makna ayat adalah masuk surga itu disebabkan karena amalan. Namun di situ ada taufik dari Allah untuk beramal. Ada hidayah untuk ikhlas pula dalam beramal. Maka diterimanya amal memang karena rahmat dan karunia Allah. Karenanya, amalan semata tidak memasukkan seseorang ke dalam surga. Itulah yang dimaksudkan dalam hadits. Kesimpulannya, bisa saja kita katakan bahwa sebab masuk surga adalah karena ada amalan. Amalan itu ada karena rahmat Allah. Wallahu a’lam.” (Syarh Shahih Muslim, 14: 145)

Sumber : https://rumaysho.com/11758-masuk-surga-bukan-dengan-amalan-benarkah.html