Archive for the ‘Suara Hatiku’ Category

Memilih calon pasangan itu intinya lihat agama dan akhlaknya dulu, sisanya atau yang lain-lainnya adalah bonus.

Memutuskan untuk menjalani sisa hidup dengan membangun keluarga bukanlah hal sepele, dan juga bukan main-main belaka, tetapi kelak di akhirat akan ada pertanggungjawabannya.
Pertanggungjawaban mengenai bagaimana kepemimpinannya didalam keluarga, bagaimana mengenai istrinya, anak-anaknya, nafkahnya, pendidikan agamanya dan akhlaknya, hubungan dengan tetangga-tetangganya, dsb.

Mungkin sejenak dalam fikiran kita pernikahan adalah hal yang biasa.
Anggapan seperti itu adalah salah.
Pernikahan adalah ibadah.
Jika kita semenjak awal pernikahan meniatkannya untuk ibadah, menggapai ridho Allah, maka setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun kita akan bernilai pahala.
Allah juga akan menjaga pernikahan kita, merahmati dan memberkahi pernikahan kita.

Maka sungguh benar adanya hadist yang mengatakan:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah atas separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi)

Niatlah yang paling utama.
Sebaik dan sekuat mana niat kita, maka akan menentukan hasilnya nanti.

Niat kita menikah adalah untuk ibadah, menggapai ridho Allah, menjaga kesucian kita, mempunyai anak-anak yang sholeh dan sholehah, maka dengan begitu Allah akan senantiasa menolong kita, membantu, mempermudah segala urusan, dan memberikan keberkahan dalam rumah tangga kita.

Itulah baiknya Allah yang akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia selalu meniatkan segalanya karena Allah, bukan karena hal lain.

Jangan menikah hanya karena teman-teman kita sudah menikah, karena umur kita, karena paksaan orangtua, bukan karena iri atau sekedar ingin menikah, bukan karena ingin merasakan indahnya menikah dan kebersamaan dengan pasangan, dll.

Menikah itu memang didalamnya ada indahnya, manisnya, romantisnya, namun kita harus tau bahwa menikah juga terkadang ada dukanya, masalah-masalahnya, dan terkadang ada pertengkaran kecil dengan pasangan. Namun jika kita menghadapinya secara bersama dengan positif dan solusi yang baik, justru itulah yang memperkuat ikatan cinta antar pasangan dan ingsyaAllah memperkuat pernikahan kita.

Diluruskan kembali niat untuk menikahnya, persiapkan nafkahnya, pelajari ilmunya, kuatkan mental dan rasa tanggungjawabnya, dan persiapkan hal-hal lainnya. 🙂

#Jum’at #09Februari2018 #Writings #Riniiswriter #Nasihat #Muse

Advertisements

IMG_20170806_103203-1

Bagi kita yang masih single, jangan bersedih dan putus asa.
Percayalah bahwa segala sesuatu itu sudah ada pasangannya dan ada waktunya.
Tapi kenapa sampai sekarang belum menikah?

Maisarah berkata, Thawus berkata kepadaku: “Engkau benar-benar menikah atau aku mengatakan kepadamu seperti apa yang dikatakan ‘Umar kepada Abu Zawa-id: ‘Tidak ada yang menghalangimu untuk menikah kecuali kelemahan atau banyak dosa. (Abdurrazzaq (no. 10384, VI/170), Siyar A’laamin Nubalaa’ (V/47-48)

Ada dua hal yang menghalangi kita dalam menikah yaitu kelemahan kita atau banyaknya dosa kita. Perbanyak baca istigfar dan minta ampun kepada Allah. Bisa jadi karena dosa-dosa kita, Allah menunda atau memperlambat datangnya karunia-Nya dan rezeki-Nya kepada kita. Tetaplah berhusnudzon kepada Allah, yakinlah bahwa segala urusan makhluk yang ada di bumi sudah diatur-Nya.
Mudah-mudahan dengan kita banyak memohon ampunan, Allah mengampuni segala kesalahan dan dosa kita.

Ubahlah kelemahan kita dalam menikah menjadi kekuatan kita. Teruslah belajar ilmu agama dan ilmu lainnya, perluas hubungan kita dengan orang-orang (bersilaturrahmi), lebih dewasakan dan bijakkan diri kita, dan jadilah orang yang baik akhlaknya.

Luruskan niat kita menikah yaitu utamanya untuk melaksanakan perintah Allah dan sunnah rosul, menyempurnakan setengah agama kita, untuk beribadah, menjaga kesucian diri, memiliki keturunan yang sholeh dan sholehah.

Bagi laki-laki, siapkan dirinya untuk menjadi seorang pemimpin/imam keluarga, menjadi ayah, memberi nafkah, mendidik dan membimbing istri dan anak-anaknya, menjadi sahabat bagi istrinya dalam urusan agama, dunia, dan akhiratnya.
Bagi perempuan, siapkan dirinya untuk menjadi seorang istri, menjadi ibu sekaligus jantungnya keluarga, mendidik dan membimbing anak-anaknya, taat dan menjadi sahabat suami dalam urusan agama, dunia dan akhiratnya.

Dalam menanti kedatangannya (yang berati itu adalah waktu luang), perbaiki dan persiapkan diri kita karena menikah itu bukan sekedar menikah tetapi akan dimintai pertanggungjawaban pula kelak.

Kita nanti akan menjadi orangtua, didik dan bimbinglah anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.
Anak-anak yang sholeh dan sholehah akan menjadi investasi kita di dunia dan di akhirat kelak. Ciptakan generasi penerus yang lebih baik.

Semangat yaa bagi kita (termasuk saya). Hehe
Intinya manfaatkan masa muda kita.
Manfaatkan waktu luang kita dengan baik dan benar.

#06Agustus2017 #13Dhulqo’dah1438H #Muse #Writing #Riniiswriter

20170710_105130-1

Kelihatan banget mana yang serius dan mana yang ga ada niat sama sekali.
Kelihatan banget mana yang cuma ngebaperin anak orang dan mana yang sungguh-sungguh niatnya untuk sama-sama menyempurnakan setengah agama.

Kenapa dia menjauh atau kenapa dia ga bersatu denganmu???
Jawabannya: Coba ingat-ingat lagi kamu “BERDO’A” apa selama ini sama Allah.
Kamu pasti berdo’a sama Allah minta yang sholeh, paham agama, baik akhlaknya, baik nasabnya, dsb. Berdo’a itu bukan???

Sebenarnya kamu udah tau sendiri jawabannya kalau dia itu memang bukan “ORANG YANG TEPAT” untukmu dan mungkin dianya “BELUM SESUAI” dengan do’a yang selama ini kamu minta sama Allah.

Lah terus kenapa kamu galau dan ga suka kalau dia sama orang lain?
Wajar sih cemburu atau kecewa karena sebelumnya kamu menganggap dia udah dekat sama kamu, eeeh ternyata ga lama kemudian kamu dapat informasi bahwa dia sekarang udah dengan yang lain.

Terus kamu mau apa sekarang???
Mau nangis ya? Ngelamun ya? Galau ya?
Hehe boleh-boleh aja, tapi jangan lama-lama, sebentar aja ya ga pake keterusan galau disertai nangis. Harus ikhlas, senyum dan ceria lagi.

Kesimpulannya adalah berarti dia bukan yang “TERBAIK” buat kamu, karena nanti akan ada seseorang yang lain yang “TERBAIK” untukmu. Kamu tinggal tunggu aja pada waktunya dimana nanti kamu akan merasakan kebahagiaan melibihi lamunan kamu jika hidup bersama dia yang sekarang udah punya dan milik orang lain.
Karena skenario yang ditetapkan Allah itu sangat indah.

Iya kali dia yang kamu harapkan itu memang baik, tapi perlu diingat bahwa seseorang yang “BAIK BUKAN BERARTI YANG TERBAIK UNTUKMU”.
Akan tetapi ia yang “TERBAIK SUDAH PASTI BAIK UNTUKMU”. 🙂

Dan ingat pula bahwa segala sesuatu itu sudah ditetapkan pasangannya termasuk kamu sama si dia yang on the way ke dalam hidupmu. Jadi tunggu aja. 🙂

Udah, lupakan dia yang cuma ngebaperin kamu, sekarang tinggal tunggu dia yang baru yang Allah sudah tetapkan untukmu. Selama menunggu waktunya tiba, manfaatkan waktu untuk memperbaiki diri, memantaskan diri, meningkatkan kualitas diri, cari dan pelajari ilmu yang banyak, siapin mental, hati-hati jaga hati, dan yang terakhir adalah lakukan semua ini karena Allah, bukan karena jodoh. 🙂

#Muse #10Juli2017 #15Syawal1438H #Sharing #CurhatRini #Riniiswriter

1498206431405

Bukan sekedar pasangan.
Bukan sekedar mengganti status.
Bukan sekedar teman hidup.
Tapi ia yang mampu mendidikmu, membimbingmu dan membantumu lebih taat kepada Allah.
Ia yang pantas dijadikan sebaik-baik teman hidup.

Rugi sekali jika kamu hidup bertahun-tahun lamanya dengan ia tetapi kebaikan yang kamu dapat darinya hanya sedikit.
Rugi sekali jika dari awal kita belum menyadari bahwa menikah merupakan ibadah terlama.
Jika kita mengetahuinya dari awal, pasti kita akan memanfaatkan pernikahan/rumahtangga untuk beribadah, untuk bekal kita nanti.

Alangkah baiknya sebelum menikah luruskan niatnya terlebih dahulu, yaitu untuk menyempurnakan setengah agama kita, melaksanakan perintah-Nya dan sunnah rosul, untuk beribadah, menjaga kesucian diri, ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, mempunyai keturunan yang sholeh dan sholehah, dsb.

Maka dari itu carilah ia yang membantumu semakin taat dan membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik.
Carilah ia yang bukan hanya membahagiakanmu di dunia tetapi juga di akhirat.
Carilah ia yang mengajakmu hidup bersama yang bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.
Carilah ia yang mampu mengantar dan memasukkanmu ke surga.

Semoga kita dikaruniai pasangan yang sholeh/sholehah, paham agama, baik akhlaknya, baik nasabnya, dan menambah keberkahan dalam hidup. Aamiin Aamiin

#Impostingnow #Muse #20Juni2017 #25Ramadhan1438H #Riniiswriter

Hidayah itu Dekat Kita

Posted: 25 June 2017 in Suara Hatiku

Betapa sering ia menyaksikan orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Nya, namun ia sendiri malah semakin jauh dari-Nya.

Betapa sering berlalu dihadapannya sekumpulan orang-orang yang menuju kepada-Nya, sedangkan ia hanya duduk-duduk saja malas dan enggan beribadah.

Sebenarnya hidayah/petunjuk itu selalu ada menghampiri kita, disengaja maupun bukan disengaja, kebetulan maupun bukan kebetulan kita menyaksikannya oleh mata kita sendiri.
Hanya saja saat itu ada yang langsung tersentuh dan ada pula yang belum tersentuh untuk mengikutinya. Ada juga yang malah tidak menghiraukannya sama sekali.

Maka beruntunglah ia yang bersegera dalam kembali kepada-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya.

#Impostingnow #Late #23Juni2017 #28Ramadhan1438H #Muse #Riniiswriter

Bisikan dari Hati

Posted: 7 January 2017 in Suara Hatiku

IMG_20170106_160436.jpg

Suatu waktu, kegalauan itu terkadang datang
Membuat kacau pikiran dan hati
Kegalauan itu menghantui sebagian dari hari-hariku
Membuyarkan konsentrasi dan ketenanganku

Wahai penggombal, berhentilah kau menggombal
Berhentilah kau membuat seorang wanita dalam kebingungan
Kebingungan akibat kata-katamu yang manis
Namun jauh atau mungkin tertunda dari bukti

Jika kau tidak ada niat serius untuk menikahi seorang wanita
Maka janganlah mengatakan kata-kata yang bisa meluluhkan hatinya
Janganlah membuatnya menanti-nanti kedatanganmu
Yang padahal kata-katamu itu tidak lebih dari sebuah candaan belaka

Jika memang kau ada niat serius, maka datangilah rumah orangtuanya
Temui ayahnya dan katakan padanya bahwa kau ingin meminang putrinya
Janganlah kau mengawalinya dengan bermain kata-kata yang manis
Karena kata-katamu itu seolah-olah telah meracuni pikiran dan hatinya

Semoga untuk kedepannya kau lebih berhati-hati dalam berkata
Karena hati seorang wanita itu sensitif, hatinya mudah luluh
Hanya dengan kata-katamu yang manis saja, ia selalu memikirkannya
Apalagi dengan kata-katamu yang serius? Ia pasti selalu memikirkannya dan tentunya ia pun bahagia mendengarnya

Tak ada kata yang lebih manis dan lebih baik dari menggombal selain dari kata:
Aku serius padamu
Aku ingin ke rumahmu dan menemui ayahmu
Aku ingin meminangmu menjadi pasangan hidupku di dunia dan ingsyaAllah juga di akhirat

#Think!!! #Writings #RiniisWriter