Archive for the ‘Suara Hatiku’ Category

1498206431405

Bukan sekedar pasangan.
Bukan sekedar mengganti status.
Bukan sekedar teman hidup.
Tapi ia yang mampu mendidikmu, membimbingmu dan membantumu lebih taat kepada Allah.
Ia yang pantas dijadikan sebaik-baik teman hidup.

Rugi sekali jika kamu hidup bertahun-tahun lamanya dengan ia tetapi kebaikan yang kamu dapat darinya hanya sedikit.
Rugi sekali jika dari awal kita belum menyadari bahwa menikah merupakan ibadah terlama.
Jika kita mengetahuinya dari awal, pasti kita akan memanfaatkan pernikahan/rumahtangga untuk beribadah, untuk bekal kita nanti.

Alangkah baiknya sebelum menikah luruskan niatnya terlebih dahulu, yaitu untuk menyempurnakan setengah agama kita, melaksanakan perintah-Nya dan sunnah rosul, untuk beribadah, menjaga kesucian diri, ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, mempunyai keturunan yang sholeh dan sholehah, dsb.

Maka dari itu carilah ia yang membantumu semakin taat dan membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik.
Carilah ia yang bukan hanya membahagiakanmu di dunia tetapi juga di akhirat.
Carilah ia yang mengajakmu hidup bersama yang bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.
Carilah ia yang mampu mengantar dan memasukkanmu ke surga.

Semoga kita dikaruniai pasangan yang sholeh/sholehah, paham agama, baik akhlaknya, baik nasabnya, dan menambah keberkahan dalam hidup. Aamiin Aamiin

#Impostingnow #Muse #20Juni2017 #25Ramadhan1438H #Riniiswriter

Hidayah itu Dekat Kita

Posted: 25 June 2017 in Suara Hatiku

Betapa sering ia menyaksikan orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Nya, namun ia sendiri malah semakin jauh dari-Nya.

Betapa sering berlalu dihadapannya sekumpulan orang-orang yang menuju kepada-Nya, sedangkan ia hanya duduk-duduk saja malas dan enggan beribadah.

Sebenarnya hidayah/petunjuk itu selalu ada menghampiri kita, disengaja maupun bukan disengaja, kebetulan maupun bukan kebetulan kita menyaksikannya oleh mata kita sendiri.
Hanya saja saat itu ada yang langsung tersentuh dan ada pula yang belum tersentuh untuk mengikutinya. Ada juga yang malah tidak menghiraukannya sama sekali.

Maka beruntunglah ia yang bersegera dalam kembali kepada-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya.

#Impostingnow #Late #23Juni2017 #28Ramadhan1438H #Muse #Riniiswriter

Bisikan dari Hati

Posted: 7 January 2017 in Suara Hatiku

IMG_20170106_160436.jpg

Suatu waktu, kegalauan itu terkadang datang
Membuat kacau pikiran dan hati
Kegalauan itu menghantui sebagian dari hari-hariku
Membuyarkan konsentrasi dan ketenanganku

Wahai penggombal, berhentilah kau menggombal
Berhentilah kau membuat seorang wanita dalam kebingungan
Kebingungan akibat kata-katamu yang manis
Namun jauh atau mungkin tertunda dari bukti

Jika kau tidak ada niat serius untuk menikahi seorang wanita
Maka janganlah mengatakan kata-kata yang bisa meluluhkan hatinya
Janganlah membuatnya menanti-nanti kedatanganmu
Yang padahal kata-katamu itu tidak lebih dari sebuah candaan belaka

Jika memang kau ada niat serius, maka datangilah rumah orangtuanya
Temui ayahnya dan katakan padanya bahwa kau ingin meminang putrinya
Janganlah kau mengawalinya dengan bermain kata-kata yang manis
Karena kata-katamu itu seolah-olah telah meracuni pikiran dan hatinya

Semoga untuk kedepannya kau lebih berhati-hati dalam berkata
Karena hati seorang wanita itu sensitif, hatinya mudah luluh
Hanya dengan kata-katamu yang manis saja, ia selalu memikirkannya
Apalagi dengan kata-katamu yang serius? Ia pasti selalu memikirkannya dan tentunya ia pun bahagia mendengarnya

Tak ada kata yang lebih manis dan lebih baik dari menggombal selain dari kata:
Aku serius padamu
Aku ingin ke rumahmu dan menemui ayahmu
Aku ingin meminangmu menjadi pasangan hidupku di dunia dan ingsyaAllah juga di akhirat

#Today #Writings #RiniisWriter #Think!!!

Sudah sekian lama aku merasakan kekosongan hati
Menanti seseorang yang tak hanya mengisi hati ini tetapi membantuku, menuntunku dan membimbingku pula dalam ketaatan kepada-Nya
Sudah sekian lama aku berada dalam bayang-bayang kosong
Kini aku berharap kau bukan hanya bayang-bayang lagi, tetapi benar-benar datang ke dalam hidupku

Aku selalu mengharapkan kedatangan seseorang
Yang akan menemani hari-hariku dan merasakan kebahagiaan bersama
Aku selalu mengharapkan kedatangan seseorang
Yang bukan menjadi pasangan saja, tetapi menjadi sahabat pula dalam beragama

Aku belum tahu kapan kau akan menghampiriku
Aku belum tahu kapan kisah indah itu akan dimulai
Mungkin hati ini terlalu lama dalam kesendirian
Sehingga aku begitu menanti dan bahkan sangat menantimu disini, disampingku dan dihatiku

Do’a demi do’a selalu aku panjatkan kepada Allah
Meminta diberikan pasangan yang terbaik untuk kehidupanku di dunia dan juga di akhirat
Setiap do’a yang kupanjatkan mengarah menuju langit
Menunggu persetujuan dan mudah-mudahan Allah ridho terhadap do’a-do’aku selama ini

Wahai diri, bersabarlah dalam menunggu kedatangannya
Manfaatkanlah waktu luang dan sendiri ini untuk memperbaiki dan mempersiapkan diri
Wahai diri, kuatkanlah dirimu sampai kisah indah itu dimulai
Jangan pernah berhenti berdo’a untuk mendapatkan pasangan terbaik dan juga sholih

Wahai jodohku, imamku, belahan jiwaku, pasangan dunia dan akhiratku, sampai bertemu di waktu yang tepat
Sampai bertemu disaat kita sudah benar-benar siap untuk membina suatu hubungan yang tak hanya sekedar hubungan, tetapi akan kita pertanggungjawabkan pula kelak di hadapan Allah

Semoga dengan bersatunya kita, kita bisa mempunyai keturunan atau generasi penerus yang lebih baik dari kita
Lebih sholih dan sholihah, dan juga taat terhadap perintah Allah
Dan menjadi investasi terbaik dan termulia kita di dunia dan di akhirat kelak.

Aamiin Aamiin yaa Rabbal Aalamiin

#01Januari2017 #Writings #RiniisWriter #SeeYou #TheRightTime #JodohDuniaAkhirat #IwillLoveYou

​KEMANA NASIHATMU YANG DULU?

Posted: 20 August 2016 in Suara Hatiku

Dulu kamu yang pertama mengingatkan dan bahkan menasihati saya, tapi kenapa sekarang kamu malah terjebak lagi?

Saya selalu memikirkan ini, entah kenapa…

Karena anehnya adalah kemana nasihatmu yang dulu?

Apa kamu sudah lupa?

Nasihat itu memang sudah lama, terlalu lama, yaitu 3 tahun yang lalu.

Mungkin kalau dulu kamu sering diingatkan oleh saudaramu, jadi kamu cenderung nurut dan langsung sadar.

Itulah beruntungnya kamu dulu, masih ada yang pedulikan dan mengingatkan jika salah, walaupun diam-diam tapi saudaramu tetap tau pada akhirnya.

Begitu pula dengan saya, saya juga merasa beruntung karena ketika saya salah waktu itu, saudaramu ikut mengingatkan saya.

Meski suatu perasaan sulit dihilangkan begitu saja, tapi inilah resikonya, kalau salah ya tetap salah.

Tulisan ini sangat telat dibuat. Apa yang kamu jalani sekarang telah mendahului tulisan ini. Tapi sebenarnya saya sudah tau sebelumnya, hanya saja saya mencoba bungkam dan ikhlas. Ikhlas karena tidak setiap apa yang kita suka bisa kita miliki. Tidak setiap orang yang kita sayang, bisa hidup bersama dengan kita.

Saya membuat tulisan ini bukannya ingin mencampuri urusan hidup orang lain, tapi saya hanya peduli terhadap orang yang masih saya sayang sampai sekarang. Walau saya tau bahwa kamu sekarang milik orang lain dan memiliki orang lain.

Apabila orang-orang tau ini yang sudah bertahun-tahun lamanya, mungkin mereka akan menilai bahwa ini suatu kegilaan. Saya tegaskan ini bukan suatu kegilaan, karena sesuatu yang didasari dengan ketulusan tidak akan pernah pudar sampai kapanpun.

Ini bukan berbicara tentang “cinta”, tetapi ini tentang “sayang”. Dan saya sadar bahwa sayang tidak harus memiliki.

Semoga kamu bisa mengingat dan mengamalkan apa yang kamu nasihatkan dulu kepada saya.

#20Agustus2016 #Writings #Writer #Rini.R

~ PERANTAU ~

Posted: 3 August 2014 in Suara Hatiku

Sekarang sudah kembali ke tempat perantauan lagi, Alhamdulillah.
Makasih Mamah dan Bapa atas tumpangannya.
Kini aku merasa hanya jadi seorang tamu bagimu. Maafkan aku harus merantau lagi dan maafkan aku jika selalu merepotkanmu. Bukan aku tidak betah atau tidak ingin berlama-lama disana, tapi ini adalah kewajibanku. Sebenarnya aku masih ingin sekali berkumpul dan menikmati kebersamaan.

Maafkan aku jika sifat anakmu ini agak keras dan berbeda dari anak-anak perempuanmu yang lainnya. Tapi memang inilah aku. Mungkin aku ditakdirkan untuk menjadi anak laki-lakimu (tulang punggung) walaupun sebenarnya aku seorang perempuan. Aku tidak menyalahi kodratku, hanya saja aku ingin menanamkan sifat pemberani dan pekerja keras.

Do’akan anakmu ini semoga panjang umur dan sehat, bisa mengangkat derajatmu, menjadi anak yang sholehah, suskes meraih cita-citanya yang ingin sekali menjadi seorang Penyanyi, Penulis, Motivator dan bisa memberikan apapun yang kalian butuhkan. Aamiin Aamiin, IngsyaAllah.

#Writings #Writer #RiniRianti