Archive for the ‘SHOLAT FARDHU’ Category

Screenshot_2017-10-27-16-33-59-1

Allahu Akbar Allahu Akbar. (2X)

Asyhadu alla illahaillallah. (2X)

Asyhadu anna Muhammadar rasulullah. (2X)

Haiyaalas sholah (2X)

Haiyaalal falah. (2X)

Allahu Akbar Allahu Akbar.

La ilahaillallah.

Pernah gak bertanya kenapa sih ada lafal “haiyaalal falah” yang artinya marilah kita menuju kesuksesan/kejayaan/kemenangan?

Ternyata ini rahasianya, hanya orang yang menyegerakan diri mendatangi panggilan Allah, yang bersegera menunaikan perintah Allah, yang menyegerakan sholat awal waktu, yang akan menjadi orang yang sukses.

Imam Hasan Al Bashri berkata: Jika shalat saja merupakan hal sepele bagimu, maka adakah urusan yang penting menurutmu? Seperti apa engkau mengubah shalatmu, seperti itulah engkau mengubah hidupmu. Tidakkah engkau tahu bahwa shalat itu bergandengan dengan kesuksesan. “Marilah dirikanlah shalat, marilah meraih kesuksesan.” Bagaimana mungkin engkau minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak tunaikan hakNya.”

Semoga Allah selalu memberikan kita hidayah agar kita selalu istiqomah melaksanakan sholat di awal waktu. Aamiin Aamiin…

#Muhasabahdiri

(Via: @diindrihijab)

Advertisements

Posisi Kaki Tatkala Sujud

Posted: 18 August 2017 in SHOLAT FARDHU

SHOLAT JUM’AT

Posted: 20 May 2017 in SHOLAT FARDHU

Screenshot_2017-03-24-08-00-20-1

SHOLAT ISYA DAN SUBUH

Posted: 15 May 2017 in SHOLAT FARDHU

Ini satu hadits yang membicarakan keutamaan berjalan ke masjid di kegelapan, terutama saat shalat Shubuh dan Isya.

Hadits no. 1058 dari Kitab Riyadhus Sholihin, Bab Keutamaan Berjalan ke Mesjid.

عن بُريدَة – رضي الله عنه – ، عن النبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( بَشِّرُوا المَشَّائِينَ في الظُّلَمِ إلى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ)) رواه أبُو دَاوُدَ وَالتِّرمِذِيُّ .

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, no. 561; Tirmidzi, no. 223. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

KESIMPULAN MUTIARA HADITS:
(1) Orang beriman mendapatkan kabar gembira tentang keadaannya yang bercahaya pada hari kiamat.

(2) Setiap hamba berada dalam kegelapan kecuali orang yang beriman.

(3) Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang berjalan di kegelapan dan ini ditemukan dalam shalat Isya’ dan shalat shubuh yang dilakukan berjamaah di masjid. Mereka yang menjaga shalat tersebut, itulah yang akan mendapatkan cahaya pada hari kiamat.

(4) Ada beberapa hikmah shalat berjamaah Isya dan Shubuh di masjid:
(a) Akan mudah turun berkah dan rahmat
(b) Dengan berjamaah bisa menambah ilmu dan mengerti cara beramal shalat yang benar dengan memperhatikan lainnya
(c) Keikhlasan dan kekhusyu’an sebagian jamaah akan berpengaruh pada jamaah lainnya, sehingga membuat ibadah seluruh jamaah jadi diterima.

(Referensi: Bahjah An-Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, 2: 239-240; Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 13: 314-319)