Archive for the ‘SHOLAT FARDHU’ Category

Posisi Kaki Tatkala Sujud

Posted: 18 August 2017 in SHOLAT FARDHU

SHOLAT JUM’AT

Posted: 20 May 2017 in SHOLAT FARDHU

Screenshot_2017-03-24-08-00-20-1

SHOLAT ISYA DAN SUBUH

Posted: 15 May 2017 in SHOLAT FARDHU

Ini satu hadits yang membicarakan keutamaan berjalan ke masjid di kegelapan, terutama saat shalat Shubuh dan Isya.

Hadits no. 1058 dari Kitab Riyadhus Sholihin, Bab Keutamaan Berjalan ke Mesjid.

عن بُريدَة – رضي الله عنه – ، عن النبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( بَشِّرُوا المَشَّائِينَ في الظُّلَمِ إلى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ)) رواه أبُو دَاوُدَ وَالتِّرمِذِيُّ .

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, no. 561; Tirmidzi, no. 223. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

KESIMPULAN MUTIARA HADITS:
(1) Orang beriman mendapatkan kabar gembira tentang keadaannya yang bercahaya pada hari kiamat.

(2) Setiap hamba berada dalam kegelapan kecuali orang yang beriman.

(3) Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang berjalan di kegelapan dan ini ditemukan dalam shalat Isya’ dan shalat shubuh yang dilakukan berjamaah di masjid. Mereka yang menjaga shalat tersebut, itulah yang akan mendapatkan cahaya pada hari kiamat.

(4) Ada beberapa hikmah shalat berjamaah Isya dan Shubuh di masjid:
(a) Akan mudah turun berkah dan rahmat
(b) Dengan berjamaah bisa menambah ilmu dan mengerti cara beramal shalat yang benar dengan memperhatikan lainnya
(c) Keikhlasan dan kekhusyu’an sebagian jamaah akan berpengaruh pada jamaah lainnya, sehingga membuat ibadah seluruh jamaah jadi diterima.

(Referensi: Bahjah An-Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, 2: 239-240; Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 13: 314-319)

Screenshot_2017-04-14-23-06-41-1

Memperbanyak sujud dalam shalat atau maksudnya adalah memperbanyak shalat itu sendiri (yaitu khususnya shalat sunnah), memiliki banyak keutamaan diantaranya dapat meninggikan derajat seseorang dan juga menghapuskan dosa-dosanya.

Ma’dan bin Abi Tholhah Al Ya’mariy, ia berkata:
“Aku pernah bertemu Tsauban –bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-, lalu aku berkata padanya, ‘Beritahukanlah padaku suatu amalan yang karenanya Allah memasukkanku ke dalam surga’.” Atau Ma’dan berkata, “Aku berkata pada Tsauban, ‘Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah’.” Ketika ditanya, Tsauban malah diam.

Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

‘Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.”
Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” (HR. Muslim no. 488)

Kurang tepat jika dimaksudkan dengan hadits ini adalah memperbanyak sujud-sujud lainnya di luar shalat seperti keyakinan sebagian orang yang melazimkan sujud syukur setiap kali selesai shalat sebagaimana yang sering kita saksikan. Seperti ini tidak ada dasarnya. Karena jika sujud semacam itu baik, tentu para sahabat lebih mendahului kita dalam melakukannya.
Wallahu a’lam.

Hadits ini menunjukkan keutamaan sujud karena sujud merupakan amalan yang menampakkan tingginya ketundukan seseorang pada Allah. Ketika sujud, hamba meletakkan anggota tubuhnya yang paling mulia ke tanah untuk dihadapkan pada Allah, Rabb semesta alam.

Screenshot_2017-04-15-13-03-03-1

Jangan Shalat Seperti Ayam

Pada suatu hari ketika Nabi sedang berada di dalam Masjid Nabawi, masuklah seorang lelaki, lalu ia mengerjakan shalat. Setelah itu, ia mengucap salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Nabi pun menjawab salamnya.

Shalat orang ini sangat cepat seperti ayam yang mematuk makanan. Baru saja ia rukuk ia sudah berdiri lagi, belum lurus berdiri sudah sujud, dahi belum benar-benar menempel ditempat sujud dia sudah duduk, belum lurus duduknya sudah sujud lagi, demikian cepat shalatnya.

Rupanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat shalat sahabat tadi. Selesai shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil sahabat itu. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Shalatlah lagi, karena kamu belum shalat.” Sahabat itu kembali lagi lalu shalat. Shalatnya masih saja cepat seperti sebelumnya.

Selesai shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya lagi lalu beliau bersabda, “Kembalilah dan shalatlah. Kamu belum shalat.” Lelaki itu pun kembali shalat. Selesai shalat dia dipanggil lagi oleh Rasulullah kemudian Rasulullah menyuruhnya shalat lagi, “Kembalilah dan shalatlah. Kamu belum shalat!” Sahabat itupun kembali lagi dan shalat.
Seusai shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya kembali dan menyuruhnya shalat lagi.

Akhirnya sahabat itu mengatakan:
“Wahai Rasulullah, Saya tidak bisa shalat lebih baik daripada itu. Ajarkanlah kepadaku shalat yang benar.”
Maka Rasulullah shalallalahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan, “Jika kamu hendak shalat, berwudhulah dengan baik dan sempurna. Setelah itu berdirilah menghadap kiblat. Berdirilah dengan tegak dan tenang. Lalu bertakbirlah. Lalu bacalah Al-Qur’an yang kamu anggap mudah. Setelah itu rukuklah dengan tenang sampai kamu benar-benar tenang dalam rukukmu. Lalu berdirilah sampai kamu benar-benar tegak berdiri. Setelah itu bersujudlah sampai kamu benar-benar tenang dalam sujudmu. Lalu duduklah sampai kamu benar-benar tenang dalam dudukmu. Lalu sujudlah lagi sampai kamu benar-benar tenang dalam sujudmu. Setelah itu duduklah dengan tenang. Dan lakukanlah seperti itu dalam semua rakaat shalatmu. (Muttafaq alaih)

BERJALAN KE MESJID

Posted: 13 March 2017 in SHOLAT FARDHU

Screenshot_2017-03-07-18-17-08-1

°°Setiap Langkah Kaki Ke Masjid Akan Dihitung Sedekah°°

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ “

Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 2382)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Syarh Al Arba’in An Nawawiyah mengatakan, “Setiap langkah kaki menuju shalat adalah sedekah baik jarak yang jauh maupun dekat.”

°°Setiap Langkah Kaki Ke Tempat Shalat Dicatat Sebagai Kebaikan°°

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلاَةِ يُكْتَبُ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ وَيُمْحَى عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةٌ “

Setiap langkah menuju tempat shalat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)

°°Berjalan ke Masjid akan Mendapat Dua Keutamaan°°

Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً “

Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim no. 1553)

Orang yang melakukan semacam ini akan mendapatkan dua kebaikan: [1] ditinggikan derajatnya, [2] akan dihapuskan dosa-dosa.

(Via: http://www.berdakwah.net)