Archive for the ‘Persahabatan :-)’ Category

SAHABAT YANG SHOLIH

Posted: 26 December 2016 in Persahabatan :-)

screenshot_2016-12-19-15-57-53-1

Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu Berkata: Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang sholih. Maka apabila kalian mendapati teman yang sholih, peganglah ia erat-erat” .

Berkata Luqman Al hakim pada anaknya:
“Wahai anakku hendaknya yang pertama engkau usahakan setelah keimanan kepada Allah adalah mencari sahabat yang jujur. Karena ia ibarat pohon, bila engkau duduk berteduh di bawahnya, ia akan meneduhimu, bila engkau mengambil buahnya dia akan mengenyangkanmu, dan bila ia tidak memberimu manfaat, ia tidak merugikanmu.

“Berteman dengan orang yang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya sungguh lebih baik bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim tapi suka terhadap nafsuya,” (Ibnu Athaillah as-Sakandari).

“Tidak beriman salah seorang dari kalian dengan iman yang sempurna sampai ia menginginkan untuk saudaranya apa yang ia inginkan untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika Imam Ahmad rahimahullah sakit, sampai terbaring di tempat tidurnya, sahabat beliau, Imam Syafi’i rahimahullah menjenguknya. Maka tatkala Imam Syafii melihat sahabatnya sakit keras, beliau sangat sedih, sehingga menjadi sakit karenanya.

Maka ketika Imam Ahmad mengetahui hal ini, beliau menguatkan diri untuk menjenguk Imam Syafi’i. Ketika beliau melihat Imam Syafi’i beliau berkata: Kekasihku sakit, dan aku menjenguknya maka aku ikut menjadi sakit karenanya. Kekasihku telah sembuh dan ia menjengukku maka aku menjadi sembuh setelah melihatnya.

Imam Ibnul Qayyim berkata: “Allah enggan memasukkan manusia ke dalam surga dalam keadaan sendirian, maka setiap orang akan masuk surga bersama-sama dengan sahabatnya.

“Doakanlah temanmu, baik selagi hidup maupun sesudah dia meninggal dunia.” (Imam Al Ghazali)

Allah berfirman, artinya: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

Aku memohon kepada Allah, dengan nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya yang mulia, agar kita menjadi sahabat sejati dalam ketaatan, yang kelak tangan-tangan ini akan menggandeng tangan yang lain memasuki surga-Nya.

Ya Allah berikan kepada kami sahabat-sahabat yang sholih dan sholihah. Aamiin Aamiin

PERSAHABATAN ITU INDAH

Posted: 26 December 2016 in Persahabatan :-)

SAHABAT DALAM KETAATAN

Posted: 26 December 2016 in Persahabatan :-)

screenshot_2015-11-11-06-50-05-1.png

Beberapa kriteria sahabat yang baik sebagaimana yang dikatakan oleh para sahabat dan sholihin terdahulu:

(1) Imam Ali (as) berkata: “Bersahabat dengan orang yang arif dan bijak akan menghidupkan jiwa dan ruh”.

Dalam al-Qur’an al-Karim, Allah SWT mengingatkan kita untuk tidak memilih kawan yang jahat, buruk, dan pendosa.
Surat Al- Furqan 28, 29 menjelaskan kisah kawan yang buruk di hari kiamat kelak. Disebutkan di ayat itu bahwa seseorang yang berada di neraka menyesali karena salah memilih sahabat dan mengatakan, “Andai saja aku tidak menjadikan si Fulan itu sahabatku. Dia telah mencegahku dari mengikuti kebenaran yang sebenarnya telah sampai kepadaku.”

(2) Imam Ali (as) berkata: “Bersahabat dengan orang yang durjana akan mengakibatkan kesengsaraan tak ubahnya seperti angin yang menyapu bangkai dan menyebarkan bau busuk bersamanya.”

(3) Imam Muhammad Baqir (as) berkata: “Bersahabatlah dengan orang yang sederajat denganmu. Jangan engkau bersahabat dengan orang yang menjaminmu, sebab hal itu akan mengakibatkan kehinaan dan kerendahan bagimu.”

(4) Imam Ali (as) berkata: “Bersahabatlah dengan orang yang penyabar, dengan begitu engkau bisa belajar meningkatkan kesabaranmu.”

(5) Imam Sadiq (as) menjelaskan: “Orang yang marah kepadamu sampai tiga kali tapi tak pernah mengucapkan kata-kata buruk terhadapmu, maka ia layak engkau jadikan sahabat.”

(6) Imam Sadiq (as) dalam sebuah riwayat menjelaskan hal itu dalam sebuah ungkapan indah.
Beliau berkata: “Berkawan ada batasnya. Siapa saja yang menjaga batasan itu berarti dia adalah sahabat yang benar. Jika tidak, jangan bersahabat dengannya.
”Beliau lalu menjelaskan batas-batas persahabatan dan berkata, “Batasan-batasan persahabatan adalah:

Pertama, dia mesti bersikap sama baik di depanmu maupun dibelakangmu (yakni menjaga kejujuran dan persahabatan).

Kedua, menganggap kebaikanmu sebagai kebaikannya dan celamu sebagai celanya.

Ketiga, tidak mengubah perilaku ketika dia mendapat kedudukan atau harta.

Keempat, jika memiliki harta, dia tak akan pernah segan membantumu.

Kelima, tidak membiarkanmu seorang diri kala engkau ditimpa masalah dan kesulitan.”

screenshot_2016-12-22-15-10-05-1.png

Mau cari hidayah kemana?

Hidayah selalu ada disekitar kita, hanya saja kita yang selalu acuh bahkan menolaknya.

Ia sangat dekat bahakan teramat dekat dengan kita.

Namun banyak yang masih bertanya “Dimana hidayah itu?” dan mencarinya seakan hidayah itu jauh.

Sahabatmu.

Jangan kau sia-siakan sahabat dekatmu yang selalu mengingatkan.

Sahabat dekatmu yang selalu mengajakmu dalam kebaikan, apa itu bukan jalan hidayah?

Mungkin ia teramat setia padamu, tak ingin persahabatannya hanya sampai di dunia, namun hingga ke akhirat.

Jika persahabatmu tidak ingin hanya sampai di dunia ini, jangan pernah lelah mengajak sahabatmu dalam kebaikan.

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku.” (HR. Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabal berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad)

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, diceritakan: “Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Ke mana anda hendak pergi? Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini’, jawabnya. ‘Adakah suatu kenikmatan yang anda harap darinya?’ ‘Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla’, jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, “Sesungguhnya saya ini adalah utusan Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia.”

IMAN SYAFI’I BERKATA:
“JIKA ENGKAU PUNYA TEMAN YANG SELALU MEMBANTUMU DALAM RANGKA KETAATAN KEPADA ALLAH, MAKA PEGANGLAH ERAT-ERAT DIA, JANGAN PERNAH KAU MELEPASKANNYA. KARENA MENCARI TEMAN BAIK ITU SUSAH, TETAPI MELEPASKANNYA MUDAH SEKALI” .

DIRIWAYATKAN PULA DALAM HADITS:
“APABILA PENGHUNI SYURGA TELAH MASUK KE DALAM SYURGA LALU MEREKA TIDAK MENEMUKAN SAHABAT-SAHABAT MEREKA YANG SELALU BERSAMA MEREKA DAHULU DI DUNIA. MAKA MEREKA PUN BERTANYA KEPADA ALLAH SWT, ‘YA RABB .. KAMI TIDAK MELIHAT SAHABAT-SAHABAT KAMI YANG SEWAKTU DI DUNIA SHOLAT BERSAMA KAMI, PUASA BERSAMA KAMI DAN BERJUANG BERSAMA KAMI…’, MAKA ALLAH BERFIRMAN ‘PERGILAH KE NERAKA, LALU KELUARKAN SAHABAT-SAHABATMU YANG DI HATINYA ADA IMAN WALAUPUN HANYA SEBESAR ZARRAH’ (HR. IBNUL MUBARAK DALAM KITAB AZ-ZUHD)

IBNUL JAUZI PERNAH BERPESAN KEPADA SAHABAT-SAHABATNYA SAMBIL MENANGIS, “JIKA KALIAN TIDAK MENEMUKAN AKU NANTI DI SYURGA BERSAMA KALIAN, MAKA TOLONGLAH BERTANYA KEPADA ALLAH TENTANG AKU, ‘WAHAI RABB KAMI … HAMBA MU FULAN SEWAKTU DI DUNIA SELALU MENGINGATKAN KAMI TENTANG ENGKAU. MAKA MASUKKANLAH IA BERSAMA KAMI DI SYURGA-MU.’

Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Perbanyaklah sahabat-sahabat mu’minmu karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat”.

Allah berfirman, artinya: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)