Archive for the ‘ORANGTUA (Ibu & Bapak)’ Category

Screenshot_2018-03-02-14-31-30-1

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Rasulullah ﷺ menjawab:
“Ibumu.” Laki-laki itu bertanya kembali, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Lagi-lagi beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu pun bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Maka beliau menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari & Muslim)

Suatu ketika Ibnu Umar r.a bertanya kepada seseorang:
“Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk ke dalam surga?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibnu Umar berkata, “Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Bukhari)

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau ingin maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)

Rasulullah ﷺ bersabda ketika ditanya tentang amal-amal saleh yang paling tinggi dan mulia:
“Shalat tepat pada waktunya, berbuat baik kepada kedua orang tua, dan jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dalam hadits lain beliau juga bersabda:
“Celaka, celaka, celaka!” Ada yg bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut, tetapi tidak membuatnya masuk ke dalam surga.” (HR. Muslim)

Seseorang datang kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya:
“Wahai Rasulullah, apakah masih tersisa sesuatu sebagai baktiku kepada kedua orang tuaku setelah keduanya wafat? ”Beliau bersabda, “Ya, engkau mendo’akan keduanya, memohonkan ampunan untuk keduanya, menunaikan janji keduanya, memuliakan teman keduanya, dan silaturahmi yang tidak tersambung kecuali dengan keduanya.” (HR. Al-Hakim)

Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba yang sholeh di surga. Lantas ia bertanya, ‘Wahai Rabb, mengapa aku mendapatkan ini?’ Allah menjawab, ‘Karena permohonan ampunan anakmu untukmu.’” (HR. Ahmad)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631)

Dari Humaid, ia menyatakan, ketika ibunya Iyas bin Mu’awiyah itu meninggal dunia, Iyas menangis. Ada yang bertanya padanya, “Kenapa engkau menangis?” Ia menjawab, “Dahulu aku memiliki dua pintu yang terbuka menuju surga. Namun sekarang salah satunya telah tertutup.” (Al-Birr li Ibnil Jauzi, hlm. 56. Dinukil dari Kitab min Akhbar As-Salaf Ash-Shalih, hlm. 398)

Atsar dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
”Tidaklah seorang Muslim yang memiliki kedua orang tua yang Muslim yang dia pada setiap hari berbuat baik kepada keduanya, kecuali Allah akan membukakan baginya 2 pintu (surga). Kalau orang tua itu tinggal seorang diri, maka 1 pintu yang Allah bukakan. Kalau dia membuat marah/murka salah satu dari keduanya, maka Allah tidak akan ridha hingga orang tuanya ridha.” Seseorang berkata, “Seandainya kedua orang tuanya dzalim?” Ibnu ‘Abbas menjawab, “Walaupun orang tuanya dzalim!”

(23) Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (24) Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Q.S Al-‘Isrā’: 23-24)

Advertisements

Panggilan Ibu

Posted: 2 September 2017 in ORANGTUA (Ibu & Bapak)

Air mata Rasulullah menetes karena kejadian dibawah ini:

Seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam untuk mengadukan ayahnya yang menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memanggil ayah orang itu ke hadapan beliau. Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Rasulullah Shallallahu alaihi  wasallam bertanya:

“Betulkah kamu telah mengambil uang anakmu tanpa seizinnya?”

“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan dia, bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan.”

“Sekarang aku telah tua dan lemah, sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Dia mulai menyembunyikan uangnya dariku”

“Dahulu aku menyediakan makan untuknya tapi sekarang dia hanya menyiapkan makan untuk dirinya. Aku tak pernah seperti dia memperlakukan aku.”

“Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia.”

Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yang suci.

“Baiklah,” maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu…”

Anta wa maaluka li abika ( al hadits ).
Engkau dan seluruh hartamu adalah kepunyaan kedua orangtuamu.

Wahai saudara-saudaraku,
Apakah orangtua kita masih hidup?
Mungkin kesempatan kita untuk berbakti kepada mereka tidak begitu lama lagi.

Sangat dianjurkan kita yang tinggal jauh dari orangtua, “pulanglah”.
Temui dan pandang wajah mereka dengan penuh cinta yang tulus, karena boleh jadi wajah itu tidak akan lama lagi menghilang dari pandangan kita untuk selama-lamanya.

12200452_845751828878457_1750850875_n 12204998_845751832211790_1680297998_n

Berbuat baik kepada orangtua

SEMAKIN TUA SEHARUSNYA SEMAKIN BAIK

Orangtua yang Bahagia