Archive for the ‘Motivasi’ Category

MANFAATKAN MASA MUDA

Posted: 11 April 2018 in Knowledge, Motivasi

20180313_022527

“Hiduplah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.” (HR. Bukhari no. 6416)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apa peduliku dengan dunia?! Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)

Al Munawi mengatakan:
“Lima hal ini (waktu muda, masa sehat masa luang, masa kaya dan waktu ketika hidup) barulah seseorang betul-betul mengetahui nilainya setelah kelima hal tersebut hilang.” (At Taisir Bi Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 1/356)

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :

[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,

[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,

[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,

[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,

[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)

Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu juga memberi petuah kepada kita:
“Dunia itu akan pergi menjauh. Sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.” (HR. Bukhari)

“Ada dua ni’mat yang dilalaikan oleh manusia, manusia tertipu dengan nikmat tersebut: Yaitu nikmat sehat dan waktu kosong.”(HR. al-Hakim yang telah dishahihkan Syaikh al-Albani dalam kitab Al-Jami’)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah”. (HR. Ahmad)

“Anggota badan ini selalu aku jaga dari berbuat maksiat ketika aku muda. Maka, Allah menjaga anggota badanku ketika waktu tuaku.” (Ibnu Rajab)

“Pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan.” (lihat kitab “Faidhul Qadiir” (2/263))

An Nakho’i mengatakan:
“Jika seorang mukmin berada di usia senja dan pada saat itu sangat sulit untuk beramal, maka akan dicatat untuknya pahala sebagaimana amal yang dulu dilakukan pada saat muda. Inilah yang dimaksudkan dengan firman Allah (yang artinya): bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”

Ibnu Qutaibah mengatakan:
“Makna firman Allah (yang artinya), “Kecuali orang-orang yang beriman” adalah kecuali orang-orang yang beriman di waktu mudanya, di saat kondisi fit (semangat) untuk beramal, maka mereka di waktu tuanya nanti tidaklah berkurang amalan mereka, walaupun mereka tidak mampu melakukan amalan ketaatan di saat usia senja. Karena Allah Ta’ala Maha Mengetahui, seandainya mereka masih diberi kekuatan beramal sebagaimana waktu mudanya, mereka tidak akan berhenti untuk beramal kebaikan. Maka orang yang gemar beramal di waktu mudanya, (di saat tua renta), dia akan diberi ganjaran sebagaimana di waktu mudanya.” (Lihat Zaadul Maysir, 9/172-174)

Begitu juga kita dapat melihat pada surat Ar Ruum ayat 54.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar Ruum: 54)

Ibnu Katsir mengatakan:
“(Dalam ayat ini), Allah Ta’ala menceritakan mengenai fase kehidupan, tahap demi tahap. Awalnya adalah dari tanah, lalu berpindah ke fase nutfah, beralih ke fase ‘alaqoh (segumpal darah), lalu ke fase mudh-goh (segumpal daging), lalu berubah menjadi tulang yang dibalut daging. Setelah itu ditiupkanlah ruh, kemudian dia keluar dari perut ibunya dalam keadaan lemah, kecil dan tidak begitu kuat. Kemudian si mungil tadi berkembang perlahan-lahan hingga menjadi seorang bocah kecil. Lalu berkembang lagi menjadi seorang pemuda, remaja. Inilah fase kekuatan setelah sebelumnya berada dalam keadaan lemah. Lalu setelah itu, dia menginjak fase dewasa (usia 30-50 tahun). Setelah itu dia akan melewati fase usia senja, dalam keadaan penuh uban. Inilah fase lemah setelah sebelumnya berada pada fase kuat. Pada fase inilah berkurangnya semangat dan kekuatan. Juga pada fase ini berkurang sifat lahiriyah maupun batin. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban”.” (Tafsir Al Qur’an Al Azhim pada surat Ar Ruum ayat 54)

Imam asy Syafi’i rahimahullah sampai mengatakan:

مَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً          تَجَرَّعَ ذُلُّ الْجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ

وَ مَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيْمُ وَقْتَ شَبَابِهِ         فَكَبِّرْ عَلَيْهِ أَرْبَعًا لِوَفَاتِهِ

Barangsiapa yang tidak pernah mencicipi pahitnya belajar, maka dia akan meneguk hinanya kebodohan di sepanjang hidupnya.

Barangsiapa yang tidak menuntut ilmu di masa muda, maka bertakbirlah empat kali, karena sungguh dirinya telah wafat.

Dikatakan dalam sebuah syair:

ألا ليت الشباب يعود يوماً *** فأخبره بما فعل المشيب

Sekali-kali tidak, andai kata masa muda itu berulang barang satu hari saja.

Akan aku beritahukan penyesalan orang-orang (tua) yang telah beruban-uban.

Advertisements

Screenshot_2017-10-24-06-00-14-1

Siapa yang tak kenal dengan Albert Einstein?
Dia adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas, mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia juga pernah dianugerahi Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1921 – untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan “Pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”. Bahkan, hingga saat ini Einstein selalu dijadikan sebagai simbol ‘kecerdasan’ atau ‘kejeniusan’ itu sendiri.

Einstein juga seorang filsuf. Beberapa tulisannya mengenai filsafat dan prinsip hidup telah berhasil mencengangkan orang-orang pada jamannya.

Berikut prinsip-prinsip hidup yang pernah dihasilkan dari otaknya seperti dilansir danish56.blogspot.com, yaitu:

(1) Ikuti rasa keingintahuanmu.
Keingintahuan kita akan segala sesuatu akan membawa kita pada ilmu pengetahuan, pengalaman dan dunia yang baru. Jangan padamkan rasa ingin tahu kita, ikuti dan temukan ini mulai tercipta sejak kita kanak-kanak. Maka carilah tahu untuk semua yang tidak kita ketahui karena semua umat manusia memiliki pikiran dan hati yang sama hanya perilakulah yang berbeda.

(2) Ketekunan itu sangat berharga.
Tak ada kesuksesan tanpa ketekunan. Tentu saja, usaha besar yang kita lakukan akan sangat sia-sia tanpa dibarengi ketekunan dalam menghadapinya. Maka rajin-rajinlah kita untuk menuntut ilmu melalui ketekunan dalam diri kita.

(3) Fokuslah pada masa kini.
Jangan fokus pada kegagalan yang pernah anda lakukan, fokuslah pada apa yang akan anda lakukan terhadap kegagalan itu. Kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda yang didalamnya butuh proses untuk belajar dan berusaha untuk mencapai tujuan dan keinginan hidup.

(4) Imajinasi.
Ingat lirik lagu Dewa “Bahwa imajinasi lebih berharga dari ilmu pasti?”
Tentu saja sang ahli ilmu pasti sekali berimajinasi,  Einstein-pun mengajurkan untuk selalu berimajinasi.
Jangan takut untuk berkhayal. Suatu saat nanti kita akan menjadi apa kerena hari esok adalah rahasia sang pencipta maka bermimpilah untuk menggapainya untuk mencapai tujuan hidup melalui usaha.

(5) Buatlah kesalahan.
Ini bercanda? Tentu tidak, tak kan pernah ada kesempurnaan tanpa kesalahan. Kesalahan akan membuat kita semakin pintar dan kreatif dalam menghadapi masalah yang lebih besar. Bukankah Einstein seringkali melakukan kesalahan dalam penemuannya? Yang pastinya janganlah kita mudah untuk putus asa karena banyak rahasia di dunia ini yang belum terpecahkan.

(6) Cipatakan nilai.
Jangan habiskan waktu untuk berfikir menjadi sukses, buat nilai kita berharga, maka sukses akan datang dengan sendirinya. Galilah kemampuan anda, berikan passion dan niscaya itu akan membawa kepada kesuksesan.

(7) Pengetahuan datang dari pengalaman.
“Pengalaman adalah guru yang berharga”, maka carilah pengalaman sebanyak mungkin, dan formulasikan pengalaman itu menjadi sebuah pengetahuan yang luar biasa dan tentukanlah target tujuan hidup agar keinginan dapat tercapai dengan lancar.

(8) Pelajari aturan dan kemudian bermainlah secara luar biasa.
Lihat dan amati aturan main di tempat kerja anda, dan lakukan hal tersebut lebih baik daripada rekan kerja anda di kantor.

Angelina Sondakh disebutkan berhasil menghafal Al-Qur’an sebanyak 15 juz selama berada di balik jeruji besi. Kabar tersebut juga diposting oleh dai nasional Ustadz Yusuf Mansur melalui akun instagram.

Ustadz Yusuf tidak menjadi sumber berita pertama. Artinya, beliau hanya mengutip dari postingan di sebuah website. Pertanyaannya, benarkah kabar tersebut? Dari mana sumber ceritanya? Berdasarkan penelusuran Tarbawia, berikut ini postingan lengkapnya.

Ujian adalah tanda sayang Allah kepada kita. Allah ingin menaikkan derajat kita di ‘mata’-Nya. Angelina Sondakh sekarang masih berada di penjara. Tempat terhina di muka bumi ini.

Tapi ternyata itu bukan tempat hukuman baginya. Allah menyelamatkan dia dari godaan dunia yang fana. Hari ini, Kak, di penjara, Angelina Sondakh sudah hafal 15 juz Al-Qur’an. Bahkan menjadi guru ngaji di sana.

Sedangkan kita sudah hafal berapa juz, Kak? Diri ini suka ngecap orang lain buruk. Padahal berkacalah, adakah di antara kita yang yakin tak punya dosa sampai detik ini?

Allah menghinakan Angelina Sondakh sehina-hinanya, dan Allah pula yang mengangkat derajatnya. Jangan sombong atas amal-amal sholeh kita hari ini. Merasa diri lebih baik dari orang lain. Padahal Allah sedang menutup aib-aib kita. Dan sampai detik ini kita gak sadar amal habis karena perbuatan kita sendiri.

Taubatlah, Kak. Taubat…

Selagi Allah masih memberikan detak di jantung kita.

Apa yang kamu cari di dunia ini? Uang tidak bisa membeli ketenangan. Cari Allah, maka hatimu akan tenang. Jadilah pasukan amal-amal sholeh. Dekat sama orang-orang sholeh. Jadilah wasilah kebaikan.

Tahukah kamu ada bisnis yang tak pernah merugi? Yaitu ketika kita berbisnis dengan Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan (BISNIS) yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.” (QS. Ash Shoff: 10-11)

(Via: @berbagisemangat_)

Muzammil Hasballah, Siapa Dia?

Posted: 7 July 2017 in Motivasi

IMG_20170707_075259

MUZAMMIL Hasballah adalah pemuda muslim yang inspiratif di masa kini. Awalnya, ia dikenal sejak video yang diunggahnya di Youtube beberapa waktu lalu ditonton oleh lebih dari 270 ribu viewer. Apa dan kenapa video tersebut bisa membuat Muzzamil memperoleh banyak pujian? Inilah kisah dibalik video tersebut.

Dikutip dari Inspiradata, Muzzamil memaparkan bahwa video dirinya yang sedang menjadi imam sholat di masjid Al Latief, Bandung tersebut memang diunggahnya dengan sengaja. Bukan bermaksud riya.

“Ibadah wajib tentu sangat dianjurkan untuk disebarkan. Memang ada istilah, rahasiakan amalmu sebagaimana kau merahasiakan aibmu. Tapi itu kan berlaku untuk amalan sunah. Sedangkan salat adalah ibadah wajib, dan saya mengajak untuk melakukan hal itu,” papar Muzzamil.

Dibalik penampilannya yang gaul, kehidupan pemuda kelahiran Sigli, Nangroe Aceh Darussalam ini ternyata dekat sekali dengan pendidikan agama–terutama Al Qur’an.

Selama menempuh pendidikan di Jurusan teknik arsitektur Institut Teknologi Bandung, dia tetap mempelajari Al Qur’an dan dekat dengan masjid. Sehingga ia kerap dipercaya untuk menjadi imam sholat.

Ketertarikan pemuda kelahiran 21 September 1993 ini terhadap langgam Al Qur’an dimulai sejak ia masih kecil. Kecintaannya terhadap Al Qur’an pun makin meningkat. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang siswa di sekolah umum yang mempelajari pengetahuan umum, Muzammil tetap teguh mendalami minatnya terhadap Al Qur’an.

Imam muda bersuara emas yang berhasil mendapat pujian dari Imam Masjidil Haram ini, selalu mengingat pesan ibunya.

“Jadilah engkau berhati Mekkah dan berotak Jerman.” Ungkapan itu masuk ke relungnya. Sehingga walaupun menempuh pendidikan umum, Muzzamil tidak pernah melupakan kewajibannya untuk menimba ilmu agama dan mensyiarkannya kepada sesama.

“Saya terinspirasi dari syekh-syekh idola saya, mereka menyebar motivasi dan inspirasi untuk orang lain. Saya melakukan hal yang sama biar orang-orang bisa termotivasi lewat saya juga,” ujar pemuda yang berkat lantunan bacaan qur’annya itu berhasil bertemu langsung dengan idolanya, Syeikh Abdul Rahman bin Jamal Al Ausy, sang Imam Masjidil Haram.

Muzammil baru saja mengakhiri masa lajangnya dengan menyunting Sonia Ristanti, Jumat (7/7/2017) di Aceh.

(Sumber: islampos.com)

Screenshot_2017-07-01-03-28-51-1

Namanya Alana. Ia lahir prematur dan dikatakan sudah meninggal oleh dokter.
Sang Ibu berniat akan membawanya pulang dengan kardus, karena mahal jika memakai ambulance.
Qodarullah. Bayi yang masih kelihatan organ ususnya itu tiba-tiba muntah. Ia masih hidup. Dokterpun segera melakukan penanganan.
Sang ibu bahagia luar biasa.
Tapi tak disangka dokter memvonis bayi itu tidak akan bisa bicara dan berjalan.

Tahun demi tahun berlalu, bayi itu tumbuh besar dibawah asuhan seorang ibu yang penyayang dan penyabar.
Ia tumbuh menjadi anak yang sangat istimewa.
Ia diistimewakan oleh Allah.
Ia memang tidak bisa berjalan seperti yang dikatakan dokter, tapi masyaAllah… ia menjadi hafiz cilik, penghafal Al-Qur’an.

Namanya Alana, usia 7 tahun.
Asal dari Banjarnegara, Jawa Tengah.
Bocah laki-laki itu punya keinginan sederhana, yakni berjalan dan berlarian di sawah bersama teman atau saudara.😭
Semua menangis mendengar mimpinya.

Abi Amir sang juri hafiz RCTI berkata:
“Nak, di dunia mungkin jalanmu masih tertatih-tatih, tapi insyaAllah engkau akan melesat saat melewati jembatan shiratal mustaqim di akherat nanti.”
Lantas Abi Amir mencium kaki hafiz cilik ini.

Tak sedikit yang menangis tatkala ia duduk di panggung hafiz RCTI.
Sosoknya menginspirasi banyak orang untuk lebih bersyukur. Namun tadi siang ia harus pulang dan belajar di rumah. Semoga selalu semangat dan makin cinta Al-Qur’an ya sayang.

(Via: @remaja.islami)

FB_IMG_1488500120187
Kebahagiaan yang murni tidak selalu bisa dirasakan setiap hari, kecuali Anda adalah orang yang benar-benar berfikir postif. Karena sangatlah menyenangkan untuk selalu bisa tersenyum dan hidup bahagia.

Pikiran bahagia dan semangat positif, menurut banyak studi, telah dibuktikan kaya manfaat, terutama untuk kesehatan. Selain itu, orang yang memiliki kebiasaan hidup positif, biasanya hidup lebih lama.

Melatih pikiran dan kebiasaan untuk terus berjalan baik serta mendatangkan kebahagiaan, tentunya tidak selalu mudah. Namun, bukan berarti mustahil. Kuncinya, keinginan untuk berubah.

Menurut Dr Richard J. Davidson, Founder, The Center of Healthy Minds di University of Wisconsin-Madison, kemauan berubah dan berlatih berpikir positif, bisa membuat hidup Anda lebih ringan, optimis, serta bahagia.

Dr Davidson menguraikan tiga cara untuk hidup lebih bahagia dikutip dari kompas. Berikut paparannya:

(1) Berlatih bersyukur.
Setiap bangun pagi, biasakan diri untuk mengucapkan syukur dengan semua kebaikan dalam hidup Anda. Rasa syukur mendatangkan keikhlasan, kepasrahan, dan rasa optimis dalam hati Anda.

(2) Berteman dengan orang-orang yang baik.
Percayalah, lingkungan sekitar bisa mengubah pemikiran dan kebiasaan sehari-hari Anda. Jadi, pastikan Anda selalu berteman dan berkomunikasi dengan orang-orang yang membawa Anda pada jalan yang benar serta memajukan hidup Anda.

(3) Berdo’a di waktu malam.
Sediakan waktu untuk mengucapkan syukur pada Yang Maha Kuasa setiap malam sebelum tidur.
Ucapkan rasa terima kasih dengan semua rezeki dan berkah dalam kehidupan Anda, meski dalam hal-hal kecil. Studi acap kali membuktikan bahwa do’a memiliki kekuatan yang melebihi batas logika. Segala hal yang mustahil bisa terjadi hanya karena dituturkan dengan kalimat-kalimat baik sebuah do’a.

Screenshot_2017-02-23-12-45-43-1.png

“Kemenangan dicapai dengan tekad; tekad tercapai dengan pemikiran, dan pikiran dibentuk dengan menjaga rahasia.” (Ali bin Abi Thalib RA)

“Terkadang orang dengan masa lalu paling kelam, menciptakan masa depan yang paling cerah.” (Umar Bin Khattab)

https://life.idntimes.com/inspiration/rizal/ini-11-orang-orang-dengan-ipk-rendah-dan-pernah-di-do-tapi-berhasil-bangkit-dan-sukses?utm_source=facebooksprout&utm_medium=facebooksprout&utm_campaign=facebooksprout