Archive for the ‘HARI KIAMAT – AKHIRAT’ Category

Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal:
[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya,
[2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan
[3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.”
Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id; derajat hasan)

Ingatlah bahwa Allah Ta’ala memang Maha Mengijabahi setiap do’a.

Allah Ta’ala berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60)

Boleh jadi Allah mengabulkan do’a tersebut sebagaimana yang diminta. Boleh jadi Allah ganti dengan yang lebih baik. Boleh jadi pula Allah ganti dengan yang lain karena yang kita minta barangkali tidak baik untuk kita.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 216)

Jika setiap orang memahami hal ini, maka tentu ia akan terus banyak berdo’a dan banyak memohon pada Allah. Karena setiap do’a yang dipanjatkan pasti bermanfaat.

Segala sesuatu yang Allah karuniakan, itulah yang terbaik.

🌐Rumaysho.com

Advertisements

Screenshot_2017-11-26-01-28-30-1

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan. Lalu beliau bersabda:
“Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah (mengadu domba).”

Kemudian beliau mengambil pelepah kurma basah. Beliau membelahnya menjadi dua, lalu beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong.
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa Anda melakukan ini?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
“Semoga keduanya diringankan siksaannya, selama kedua pelepah ini belum kering.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 216 dan Muslim, no. 292)

Dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu tentang dua penghuni kubur yang disiksa, bahwasanya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya aku melewati dua kuburan yang sedang disiksa. Maka dengan syafa’atku, aku ingin agar adzabnya diringankan dari keduanya selama kedua pelepah itu masih basah.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 3012)

Syaikh Ibnu Bazz rahimahullah mengatakan:
“Pendapat yang mengatakan bahwa hal itu merupakan kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pendapat yang benar. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menanamkan pelepah, kecuali di atas kuburan yang beliau ketahui penghuninya sedang disiksa. Dan beliau tidak melakukan hal itu kepada semua kuburan.

Seandainya perbuatan itu Sunnah, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan melakukannya kepada semua kuburan. Hal itu merupakan kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dikarenakan para Khulafa’ur Rasyidin dan tokoh besar sahabat tidak pernah melakukan hal itu. Kalau, seandainya itu diperintahkan, tentu mereka akan segera melakukannya. (Ceramah syaikh Ibnu Bazz ketika menjelaskan kitab Fathul Bari, 3/223)

(Sumber: http://www.muslim.or.id – @initial_k.art)

Setiap manusia akan melalui empat fase alam:

(1) Fase Pertama: Alam Rahim

Yaitu saat anak manusia mulai tumbuh (janin). Tempatnya sangat sempit dan gelap. Usianya tidaklah panjang.

(2) Fase Kedua: Kehidupan Dunia Saat Ini

Di fase ini anak manusia tumbuh dan hidup serta berbuat baik atau buruk untuk kehidupannya.
Demikian pula ia mencari sebab untuk kehidupan yang bahagia atau sengsara kelak.

(3) Fase Ketiga: Alam Barzakh

Kubur adalah bagian dari alam barzakh, karena tidak semua manusia yang meninggal itu dikubur. Ada yang tenggelam di laut, ada yang terbakar, dll. Alam barzakh yang luas dan lebih luas daripada alam dunia. Perbandingannya seperti alam rahim dan alam dunia ini.

(4) Fase Keempat: Alam Akhirat Nan Kekal Abadi

Di alam akhirat hanya ada dua pilihan, antara Surga atau Neraka, antara bahagia atau nestapa.
Setelah alam ini tiada alam lainnya lagi. (ar-Ruh Ibnul Qayyim, hal: 116)

Saat ini kita berada di fase kedua.
Hendaklah tidak terlena.
Masanya tidaklah lama.
Sekadar ketentuan ajal yang telah digariskan. Berbekallah, untuk menjalani dua fase lagi yang pasti dilalui.
Alamnya lebih luas, masanya sangatlah panjang.
Jangan tertipu dunia yang fana, baik sedih atau bahagianya.

(Via: @sahabatmuslimah)

 

 

This slideshow requires JavaScript.

 

Dari Aisyah Ra. ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga seorang anak menjadi sebab kemarahan (bagi ibu bapaknya), hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas), akan bertambah banyak orang yang tercela dan akan berkurang orang yang baik, anak-anak menjadi berani melawan para orangtua serta orang yang jahat berani melawan orang-orang baik.” (HR. Thabrani)

Abu Hurairah berkata, Nabi bersabda:
“Tidak akan tiba hari kiamat sehingga ilmu pengetahuan (agama) dilenyapkan, banyak gempa bumi, masa saling berdekatan (semakin singkat), banyak timbul fitnah, banyak huru-hara yaitu pembunuhan, hingga harta benda melimpah ruah di antara kamu.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

Dari Abdullah bin Amr bin al-’Ash r.a. berkata:
Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu pengetahuan dari seorang hamba begitu saja, tetapi akan mencabutnya dengan matinya orang-orang alim, hingga apabila telah habis orang-orang alim maka orang banyak akan mengangkat orang-orang yang bodoh untuk menjadi pemimpin mereka. Lalu jika mereka ditanya, mereka akan memberikan fatwa tidak berdasarkan ilmu pengetahuan. Maka mereka itu sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari – Muslim)

“Di antara tanda-tanda (datangnya) kiamat ialah: Ada orang di dalam masjid tapi tidak melaksanakan shalat dua rakaat, orang tidak lagi mengucapkan salam kecuali kepada orang yang dikenalnya, dan anak kecil menyuruh-nyuruh orang tua”. (HR. At Thabrani dari Ibnu Mas’ud)

Dari Anas Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Diantara tanda-tanda kiamat adalah berkurangnya ilmu, munculnya kebodohan, tersebarnya perzinahan, banyak wanita, dan sedikitnya laki-laki sehingga lima puluh wanita mempunyai satu laki-laki.” (HR. Bukhari)

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hari kiamat belum akan terjadi sampai zaman (terasa) saling berdekatan. Sehingga, satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti satu pekan, satu pekan seperti satu hari, satu hari seperti satu jam dan satu jam seperti api membakar ujung ranting.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidizi)

Ibnu Hajar menjelaskan:
“Di zaman kita ini, kita sudah merasakan cepatnya hari berlalu yang tidak pernah kita rasakan sebelum ini.”

Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Zaman akan berdekatan, ilmu berkurang, fitnah bermunculan, kekikiran tertanam dan al-Haraj merajalela.” Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan al-Haraj?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

FB_IMG_1500726522217

Palestina memiliki kedudukan istimewa dilubuk hati setiap muslim. Palestina adalah tanah suci yang diberkahi sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an:

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al Isra:1)

Di sana terdapat Masjid Al Aqsa yang bagi umat Islam memiliki beberapa keistimewaan:

(1) Kiblat pertama umat Islam

(2) Masjid kedua yang dibangun di muka bumi seperti dinyatakan di dalam hadits

Abu Dzar Al-Ghifari ra. berkata:
“Aku bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama kali dibangun di muka bumi?”
Beliau menjawab: “Masjid Al-Haram”.
Lalu aku bertanya lagi: “Kemudian masjid apa lagi?”
Beliau menjawab: “Masjid Al-Aqsha”.
Aku bertanya lagi: “Berapa jarak pembangunan antara keduanya?”
Beliau menjawab: “Empat puluh tahun”.
Kemudian dimana saja kamu mendapati waktu shalat telah tiba, maka shalatlah (kamu disitu)”.
(Hadits shahih diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Nasai dan Qazuwaini)

Rasulullah saw. juga bersabda:
”Shalat di masjid Al-haram lebih utama seratus ribu kali lipat dibandingkan shalat di masjid lainnya, dan shalat dimasjidku (Masjid Nabawi) lebih utama seribu kali lipat (dibanding shalat di masjid lainnya), dan shalat di masjid Baitul Maqdis (masjid al-Aqsha) lebih utama lima ratus kali lipat (dibanding shalat di masjid lainnya)”. (Diriwayatkan oleh at Thahawi)

(3) Satu dari tiga mesjid yang memiliki kedudukan penting dalam islam

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda: ”Tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan kecuali menuju tiga masjid: “Masjid al-Haram, masjidku ini (masjid Nabawi) dan masjid al-Aqsha”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

(4) Palestina adalah terminal akhir dari perjalanan Isra Nabi Muhammad saw. dan sekaligus titik awal Mi’rajnya ke langit untuk menerima perintah shalat lima waktu, seperti telah disebutkan dalam surat al-Isra ayat 1 di atas.

(5) Negeri para Nabi, dimana banyak nabi-nabi dilahirkan, hidup dan dimakamkan disana, seperti Nabi Ibrahim, Ishak, Sulaiman, Musa, Daud dan lainnya.

(6) Palestina juga adalah Negeri tempat dikumpulkan dan dihidupkan kembali semua umat manusia, dari sejak Nabi Adam hingga generasi akhir zaman. Tempat domisilinya Darul Islam. Orang yang teguh untuk tetap tinggal disana karena Allah, bagai seorang mujahid yang berjihad di jalan-Nya.

Abu Umamah al-Bahili ra. berkata bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:
“Senantiasa akan ada sekelompok orang dari ummatku yang memperjuangkan kebenaran dan memerangi musuh mereka. Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka hingga ketentuan Allah swt. Menyambangi mereka dan mereka akan tetap seperti itu”. Mereka bertanya: ”Ya Rasulullah, dimanakah mereka itu?”
Beliau menjawab: ”Mereka berada di Baitul Maqdis di Sekitar Baitul Maqdis”.

(7) Pusat berkumpulnya generasi kedua dari kelompok yang ditolong Allah sampai hari Kiamat.

Sumber: al Haqaaiq wa ats Tsawabit fil Qadliyyah al Filisthiniyyah/Karya : Dr. Muhsin Muhammad Shaleh/Penerjemah : Heri Efendi, Lc

Screenshot_2017-06-19-08-10-14-1Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut di kemudian hari.

“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (Q.S Yasin: 78-79)

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.

Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.

Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.

Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.
● Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
● Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.

Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai tulang ekor.