Archive for June, 2017

28 Juni 2017

Posted: 29 June 2017 in About Me

1498206431405

Bukan sekedar pasangan.
Bukan sekedar mengganti status.
Bukan sekedar teman hidup.
Tapi ia yang mampu mendidikmu, membimbingmu dan membantumu lebih taat kepada Allah.
Ia yang pantas dijadikan sebaik-baik teman hidup.

Rugi sekali jika kamu hidup bertahun-tahun lamanya dengan ia tetapi kebaikan yang kamu dapat darinya hanya sedikit.
Rugi sekali jika dari awal kita belum menyadari bahwa menikah merupakan ibadah terlama.
Jika kita mengetahuinya dari awal, pasti kita akan memanfaatkan pernikahan/rumahtangga untuk beribadah, untuk bekal kita nanti.

Alangkah baiknya sebelum menikah luruskan niatnya terlebih dahulu, yaitu untuk menyempurnakan setengah agama kita, melaksanakan perintah-Nya dan sunnah rosul, untuk beribadah, menjaga kesucian diri, ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, mempunyai keturunan yang sholeh dan sholehah, dsb.

Maka dari itu carilah ia yang membantumu semakin taat dan membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik.
Carilah ia yang bukan hanya membahagiakanmu di dunia tetapi juga di akhirat.
Carilah ia yang mengajakmu hidup bersama yang bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.
Carilah ia yang mampu mengantar dan memasukkanmu ke surga.

Semoga kita dikaruniai pasangan yang sholeh/sholehah, paham agama, baik akhlaknya, baik nasabnya, dan menambah keberkahan dalam hidup. Aamiin Aamiin

#Impostingnow #Muse #20Juni2017 #25Ramadhan1438H #Riniiswriter

Hidayah itu Dekat Kita

Posted: 25 June 2017 in Suara Hatiku

Betapa sering ia menyaksikan orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Nya, namun ia sendiri malah semakin jauh dari-Nya.

Betapa sering berlalu dihadapannya sekumpulan orang-orang yang menuju kepada-Nya, sedangkan ia hanya duduk-duduk saja malas dan enggan beribadah.

Sebenarnya hidayah/petunjuk itu selalu ada menghampiri kita, disengaja maupun bukan disengaja, kebetulan maupun bukan kebetulan kita menyaksikannya oleh mata kita sendiri.
Hanya saja saat itu ada yang langsung tersentuh dan ada pula yang belum tersentuh untuk mengikutinya. Ada juga yang malah tidak menghiraukannya sama sekali.

Maka beruntunglah ia yang bersegera dalam kembali kepada-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya.

#Impostingnow #Late #23Juni2017 #28Ramadhan1438H #Muse #Riniiswriter

Kaum muslimin yang berangkat menuju tempat shalat idul fitri disunahkan melakukan adab-adab berikut ini:

(1) Mandi sebelum berangkat
Dari Nafi’ berkata:
“Adalah Ibnu Umar RA mandi pada hari raya idul fitri sebelum keluar menuju tempat shalat.” (HR. Malik, Syafi’I, dan Abdur Razzaq dengan sanad shahih).
Apa yang dilakukan oleh Ibnu Umar RA adalah mencontoh Rasulullah SAW, sebagaimana dilakukan juga oleh Ali bin Abi Thalib dan para sahabat yang lain.

(2) Makan ringan sebelum berangkat shalat idul fitri
Dari Anas, “Rasulullah SAW tidak berangkat menuju shalat Idul fitri sebelum beliau makan beberapa biji kurma.” (HR. Bukhari no. 953)

Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5/352)

(3) Berhias dan memakai pakaian yang baik dan bersih
Dari Jabir bin Abdullah RA berkata:
“Rasulullah SAW memiliki satu jubah khusus yang beliau kenakan untuk shalat dua hari raya dan shalat Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1669)

Dari Ibnu Umar RA berkata:
“Umar membeli sebuah jubah dari sutra yang dijual di pasar. Ia membawanya kepada Rasulullah SAW dan berkata:
“Wahai Rasulullah, belilah baju ini, agar bisa Anda kenakan saat hari ied dan menerima utusan…” (HR. Bukhari no. 886 dan Muslim no. 2068)

(4) Barangkat dan pulang melalui jalan yang berbeda jika memungkinkan dan tidak memberatkan
Dari Jabir RA, “Rasulullah SAW jika shalat pada hari ied selalu melewati jalan yang berlainan (saat berangkat dan pulang).” (HR. Bukhari no. 986)

(Via: @hijabalila)

ADAB DI HARI RAYA

Posted: 24 June 2017 in PUASA RAMADHAN

FB_IMG_1498307392421-1

(1) MANDI HARI RAYA
“Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma mandi pada hari Idul Fitri sebelum berangkat ke lapangan.” (HR. Malik & asy-Syafi’i, sanadnya shahih)

(2) BERHIAS, BERSIWAK, DAN MEMAKAI WEWANGIAN (BAGI LAKI-LAKI)
“Sesungguhnya hari ini adalah hari raya yang Allah jadikan untuk kaum muslimin. Barangsiapa yang hadir jum’atan, hendaknya dia mandi. Jika dia punya wewangian, hendaknya dia gunakan, dan kalian harus gosok gigi.” (HR. Ibn Majah, dihasankan Al-Albani)

(3) MENGENAKAN PAKAIAN TERBAIK
“Nabi Shallallahu’alahi Wassallam memiliki jubah yang beliau gunakan ketika hari raya dan hari Jum’at.” (HR. Ibn Khuzaimah)

(4) IDUL FITRI: MAKAN SEBELUM SHALAT ID
IDUL ADHA: TIDAK MAKAN SEBELUM SHALAT ID
“Nabi Shallallahu’alahi Wassallam biasanya tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga makan terlebih dahulu, dan tidak makan pada hari Idul Adha hingga beliau kembali dari shalat, lalu makan dengan daging sembelihannya.” (HR. Muslim)

(5) BERJALAN KAKI MENUJU TEMPAT SHOLAT ID
Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu anhu berkata: “Termasuk perbuatan sunnah, kamu keluar mendatangi sholat Id dengan berjalan kaki.” (HR.  At-Tirmidzi)

(6) BERBEDA JALAN MENUJU DAN PULANG SHALAT ID
“Nabi Shallallahu’alahi Wasallam biasanya ketika hari Id mengambil jalan yang berbeda antara pulang dan pergi.” (HR. Bukhari)

(7) BERTAKBIR DARI KELUAR RUMAH HINGGA MULAI SHALAT
“Rasulullah Shallallahu’alahi Wassallam biasa ketika keluar pada hari Idul Fitri, beliau bertakbir sampai di (lapangan) tempat sholat, sampai didirikan sholat, apabila sholat telah ditegakkan maka terputuslah takbir.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, shahih)

(8) SHALAT ID DI TEMPAT TERBUKA KECUALI ADA UDZUR
“Rasulullah Shallallahu’alahi Wassallam biasa keluar pada hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang.”  (HR. Bukhari & Muslim)

(9) TIDAK ADA SHALAT SEBELUM DAN SESUDAH SHALAT ID
“Nabi Shallallahu’alahi Wassallam menuju lapangan ketika Idul Fitri, kemudian shalat dua rakaat. Tidak shalat sunah sebelum maupun sesudahnya. Dan beliau bersama Bilal.” (HR. Bukhari & al-Baihaqi)

(10) TIDAK ADA ADZAN DAN IQAMAH UNTUK SHALAT ID
Dari Jabir bin samurah radliallahu ‘anhu:
“Saya shalat hari raya bersama Nabi Shallallahu’alahi Wassallam beberapa kali, tidak ada adzan dan qamat.” (HR. Muslim)

(11) DIBOLEHKAN SALING MENGUCAP SELAMAT
Sunnah para ulama mengucapkan selamat dan do’a: “Taqaballahu minna wa minkum” -Semoga Allah menerima ibadah saya dan anda.-
Fatma para ulama besar bahwa ucapan do’a dan selamat bebas selama tidak menyalahi syariat, misalnya “Minal aidzin wa faidzin”.

(12) BATAS BERZAKAT FITRAH SEBELUM SHOLAT IDUL FITRI
“Barang siapa yang menunaikan zakat fitri sebelum shalat maka itu adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka statusnya hanya sedekah.” (HR. Abu Daud & Ibnu Majah, dihasankan Al-Albani)

(13) MENYEMBELIH KURBAN SETELAH SHOLAT IDUL ADHA
“Barangsiapa yang menyembelih sebelum sholat, berarti ia menyembelih hanya untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang menyembelih sesudah sholat, maka telah sempurnalah qurbannya dan sesuai dengan sunnahnya kaum muslimin.” (HR. Bukhari)

(Sumber: almanhaj.or.id, belajarhadits.com, rumaysho.com, konsultasisyariah.com)