MAHAR TERBAIK

Posted: 23 May 2017 in KELUARGA / RUMAH TANGGA, Tentang CINTA

20170523_074700-1

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah.”

Dalam riwayat Abu Daud, disebutkan:
“Sebaik-baik nikah adalah yang paling mudah.” (HR. Abu Daud, no. 2117; Al-Hakim, 2: 181-182. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim juga shahih sebagaimana dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, 6: 344)

Hadits di atas menunjukkan bahwa mahar yang paling bagus dan menjadi mahar terbaik adalah mahar yang paling mudah untuk dipenuhi. Inilah yang dipersiapkan oleh calon suami, hendaklah pihak wanita mudah menerima hal ini. Kalau maharnya itu serba sulit dan memberatkan, itu menyelisihi yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk berkahnya seorang wanita, yang mudah khitbahnya (melamarnya), yang mudah maharnya, dan yang mudah memiliki keturunan.” (HR. Ahmad, 6: 77)

Mudahnya mahar memiliki manfaat yang begitu besar:
(1) Mengikuti sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
(2) Memudahkan para pemuda untuk menikah
(3) Mudahnya mahar akan menyebabkan cinta dan langgengnya kasih sayang

Boleh nggak sih maharnya hanya hafalan saja? Atau dipinang dengan bismillah saja? Tanpa mahar berupa harta?

Terlepas dari boleh-tidaknya mahar berupa pengajaran hafalan Qur’an, yang lebih baik adalah mahar berupa harta, karena lebih sesuai dengan firman Allah dalam surat An Nisa ayat 24. Selama si lelaki masih memiliki harta yang bisa dijadikan mahar walaupun sedikit.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah ditanya oleh seorang wanita, “Bolehkah saya meminta mahar berupa Al-Qur’an Al Karim? Tujuannya agar saya bisa tetap memilikinya di akhirat. Karena setiap bacaan hurufnya bernilai 10 kebaikan. Maksud saya, saya ingin mahar saya tersebut menjadi simpanan akhirat, bukan simpanan dunia. Dan juga saya ingin mahar saya ringan dan mudah.”

Syaikh menjawab, “Yang disyariatkan adalah mahar berupa harta. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Mencari isteri-isteri dengan hartamu‘ (QS. An Nisa: 24)

Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika datang seorang wanita yang ingin menawarkan diri kepada beliau, beliau tidak menerimanya. Namun beliau ingin menikahkan wanita tersebut dengan salah seorang diantara para sahabatnya. Kemudian beliau bersabda kepada sahabat tersebut:
“Carilah mas kawin walaupun hanya cincin besi.”

Dan ingatkah kisah Ali bin Abu Tholib yang tidak mempunyai harta apapun sebagai mahar untuk meminang Fatimah Az-Zahra?
Rasulullah menyuruhnya untuk memberi harta apapun yang dimilikinya. Sedang waktu itu Ali hanya memiliki pedang, unta, dan bahu besi. Akhirnya Rasulullah memilih baju besi untuk menikahkan Fatimah dengan Ali sebagai mahar pernikahannya.

Maka yang disyariatkan adalah mahar berupa harta walaupun sedikit. Jika si suami miskin, dan ia tidak memiliki harta untuk dijadikan mahar, maka pendapat yang benar, boleh baginya untuk menikahi wanita dengan mahar berupa pengajaran ayat-ayat Al Qur’an. Atau pengajaran surat-surat dalam Al Qur’an.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s