AMALAN PELEBURAN DOSA

Posted: 20 May 2017 in Knowledge, WUDHU

Screenshot_2017-04-06-03-49-01-1

Tidak kita pungkiri berapa banyaknya dosa kita jalani. Baik dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Cobalah kita renungi dengan jujur berapa dosa dari bangun hingga kita tidur.
Dari dosa pikiran, mata, dan telinga.
Begitu pula mulut, hati, tangan, kaki, dan yang lainnya.
Bisa jadi dosa karena bermaksiat kepada-Nya. Bisa jadi dosa tidak atau kurang mensyukuri nikmat-Nya.
Oleh karenanya kita harus banyak meminta agar kita mendapatkan banyak ampunan dari-Nya.

(1) Jangan lupa untuk berwudu sebelum tidur, semoga dosa-dosa kita menjadi lebur.
Nabi kita shollallohu alaihi wasallam telah bersabda:
َ”Sucikanlah jasad-jasad ini, semoga Allah mensucikan kalian, karena tidaklah seorang hamba tidur malam dalam keadaan suci, melainkan bermalam pula seorang MALAIKAT di sisi pakaiannya, ia tidaklah membolak-balikkan badannya sesaat di malam hari, melainkan malaikat itu mengatakan:
“Ya Allah, AMPUNILAH hamba-Mu (ini), karena ia tidur malam dalam keadaan SUCI.” (HR. Thobaroni, dan dihasankan oleh Al-Haitsami dan Syeikh Albani)
Oleh: Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA

(2) Mengucapkan do’a ini sebelum tidur.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhu’lah seperti berwudhu’ untuk shalat, kemudian rebahlah di atas badan kanan,
lalu ucapkan: ‘Allaahumma innii aslamtu nafsii ilaika, wa wajjahtu wajhii ilaika, wa fawwadhtu amrii ilaika, wa alja’tu zhahrii ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, laa malja-a wa laa manja minka illaa ilaika, aamantu bikitaabikalladzi anzalta wa binabiyyikalladzi arsalta.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan diri ini kepada-Mu, menghadapkan wajah ini kepada-Mu, menyerahkan segala urusanku hanya kepada-Mu, dan aku menyandarkan punggungku ini kepada-Mu, dengan penuh harap (akan rahmat-Mu) dan rasa cemas (akan siksa-Mu), tidak ada tempat berlindung dan keselamatan dari (siksa)-Mu kecuali hanya kepada-Mu, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus)”.

Apabila engkau mati, niscaya engkau mati dalam keadaan fitrah, dan jadikan do’a ini sebagai penutup perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

(Via: @fiqihwanita_)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s