MENDIDIK ANAK DENGAN TARBIYAH ISLAMIYYAH

Posted: 15 May 2017 in MENDIDIK ANAK

“Pengertian Tarbiyah”

Tarbiyah sedikitnya memiliki tiga asal kata yaitu:
(1) Robaa-yarbuu yang berarti bertambah dan berkembang, (Ar-Rum: 39).
(2) Robiya-yarba yang berarti tumbuh dan terbina. (3) Robba-yarubbu yang berarti mengishlah, mengurus dan memberi perhatian.

Dalam kitab Mufradat, Ar-Raghib Al-Ashfahani mengatakan:
“Makna asal dari kata “Robb” adalah menumbuhkan/mencetak sesuatu secara bertahap sampai batas kesempurnaan.”

Ustadz Abdurrahman Al-Bani dalam tulisannya: “Madkhal Ilat-Tarbiyah” menegaskan bahwa kata “Tarbiyah” itu memiliki empat unsur makna yaitu:
(1) Menjaga dan memelihara fitrah anak.
(2) Mengembangkan potensi dan menyiapkannya.
(3) Mengarahkan fitrah dan petensi tersebut secara baik dan sempurna.
(4) Bertahap dalam menjalankannya sebagaimana yang diisyaratkan oleh Imam Baidhawi di atas.

Dari dasar-dasar pengertian tarbiyah di atas dapat disimpulkan bahwa:

(1) Tarbiyah adalah sebuah amaliyah yang memiliki sasaran dan tujuan.

(2) Murabbi (pendidik) yang sebenarnya adalah Allah SWT yang telah menciptakan fitrah manusia dan menganugerahkan berbagai potensi kepada manusia. Dialah yang telah menggariskan konsep dan tuntunan untuk mengembangkannya sebagaimana Ia telah mensyari’atkan sebuah aturan untuk mengatur pelaksanaannya.

(3) Tarbiyah menuntut kita untuk membuat perencanaan yang bersifat bertahap dan teratur sesuai dengan marhalah-marhalahnya.

(4) Tugas Murabbi harus mengikuti dan tunduk kepada aturan Allah dan tuntutan dien-Nya.

“Hubungan Antara Islam dan Tarbiyah”

Islam adalah syari’ah Allah untuk seluruh manusia agar dijadikan pedoman dalam beribadah kepada-Nya termasuk di dalamnya membina dan mendidik generasi Islam agar menjadi hamba-hamba-Nya yang berserah diri dan patuh kepada syari’ah-Nya. Pembinaan dan pendidikan seperti inilah yang dimaksud dengan tarbiyah islamiyah.

Syari’at Islam tidak mungkin dapat diwujudkan kecuali dengan cara melakukan pembinaan jiwa, pembinaan generasi dan masyarakat di atas landasan iman kepada Allah, muroqobah dan berserah diri serta tunduk dan patuh hanya kepada-Nya.

Dengan demikian tarbiyah islamiyah merupakan kewajiban atas setiap orangtua dan pendidik dan amanat yang harus dipikul dari generasi ke generasi, dan celakalah bagi siapa saja yang menghianatinya atau menyimpang dan keluar dari tujuannya.

Tujuan tarbiyah islamiyah adalah membina dan mendidik manusia agar bertahkim kepada syari’ah Allah dalam segala prilakunya dengan penuh kepasrahan dan tidak ada rasa sempit dan keberatan sedikitpun di dalam dadanya. (lihat: An-Nisa: 65)

Kemudian surat Al-‘Ashr, sebagaimana dikatakan oleh DR. Abdurrahman An-Nahlawi, juga mengisyaratkan bahwa agar manusia selamat dari kerugian dan siksa Allah, harus dilakukan tiga hal:
(1) Tarbiyatul fardi (membina individu) di atas landasan iman kepada Allah, istislam kepada syari’ah-Nya dan iman kepada yang ghaib.

(2) Tarbiyatun-nafs (membina jiwa) agar beramal shalih dan dan membiasakan hidup sehari-hari sesuai dengan manhaj Islam.

(3) Tarbiyatul mujtama’ (membina masyarakat) agar senantiasa saling berwasiat untuk mengamalkan kebenaran dan sabar dalam menghadapi cobaan dalam beribadah kepada Allah SWT.

“Asas dan Dasar Tarbiyah Islamiyah”

Tarbiyah Islamiyah adalah sesuatu yang mesti dilakukan, tidak boleh tidak. Tujuannya, sebagaimana telah dijelaskan, adalah merealisasikan Islam dalam wujud nyata sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah swt. Ini berarti tarbiyah islamiyah harus berasaskan kepada asas yang semestinya yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.

(1) AL-QUR’AN

Tidak diragukan lagi bahwa Al-Qur’an telah meninggalkan pengaruh yang kuat dalam diri Rasulullah saw dan para sahabatnya -ridhwanullah ‘alaihim-. Hal itu telah ditegaskan oleh Ummul Mukminin Aisyah ra:
“Akhlak Rasulullah saw adalah Al-Qur’an.”

Bahkan sebelumnya Allah SWT telah menegaskan:
“Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil.” (Q.S Al-Furqan: 32)

Dalam ayat di atas terdapat dua isayart tarbawiyah: Pertama, peneguhan hati dan penanaman keimanan. Dan kedua, ta’limul Qur’an. Dan karena itu pula Allah swt turunkan wasiat tarbawiyah-Nya kepada Rasul-Nya saw dalam surat Al-Qiyamah: 17-19.

Begitu juga halnya para sahabat. Mereka terdidik dengan Al-Qur’an sehingga tumbuh menjadi generasi yang tangguh. Salah seorang dari mereka mengatakan:
“Kami di masa Rasulullah saw tidak pernah melewati satu surat dari Al-Qur’an sehingga kami mengamalkannya, kami mempelajari ilmu sekaligus mengamalkannya.”

(2) AS-SUNNAH

Sunnah artinya adalah cara dan konsep. Pengertian ilmiahnya adalah kumpulan perkataan, perbuatan, dan taqrir Rasulullah saw, termasuk di dalamnya segala apa yang dicintai dan dibencinya. Ringkasnya adalah

As-Sunnah berfungsi untuk menjelaskan ayat-ayat Al-Quran yang bersifat global dan mejelaskan apa yang belum disebutkan di dalam Al-Quran secara tegas.

Dalam kaitannya dengan tarbiyah, As-Sunnah telah memberikan penjelasan dan perincian konsep tarbiyah di dalam Al-Qur’an yang masih mujmal, langsung dengan sabda-sabda dan tindakan-tindakan Rasulullah saw sendiri. Kemudian para sahabat menyimpulkan beberapa uslub (metode) tarbiyah langsung dari kehidupan Rasulullah saw dan menerapkannya dalam mendidik putra-putranya.

PENUTUP:

(1) Menjadikan konsep tarbiyah islamiyah dengan pengertiannya yang universal sebagai acuan dan contoh dalam membina dan mendidik putra-putranya.

(2) Tidak mengadopsi atau meniru konsep-konsep kafir atau metode yang dilarang oleh nash syar’i.

(3) Mengembangkan pola pendidikan secara modern dengan tetap mengikat diri dengan ikatan-ikatan syar’i.

(4) Tidak silau dengan lahirnya metode-metode atau konsep-konsep pendidikan dari barat atau kaum sekular. Sebaliknya, harus yakin bahwa Islam adalah metode dan konsep yang paling sempurna, tidak bisa ditandingi oleh konsep siapapun.

(5) Merujuk kepada literarur Islam yang membahas tentang tarbiyah dan ta’lim, seperti kitab Tarbiyatul Aulad karya DR. Abdullah Nashih ‘Ulwan.
(Sumber: http://ferrypalestine.blogspot.co.id/2013/05/apa-itu-tarbiyah.html?m=1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s