AMALAN-AMALAN SAAT HAID

Posted: 10 May 2017 in Knowledge, TENTANG WANITA

Dari Abu Sai’d, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا

“Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita. (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari no. 1951 dan Muslim no. 79)

Dari Mu’adzah, ia berkata bahwa ada seorang wanita yang berkata kepada ‘Aisyah,

أَتَجْزِى إِحْدَانَا صَلاَتَهَا إِذَا طَهُرَتْ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ كُنَّا نَحِيضُ مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلاَ يَأْمُرُنَا بِهِ . أَوْ قَالَتْ فَلاَ نَفْعَلُهُ

“Apakah kami perlu mengqodho’ shalat kami ketika suci?” ‘Aisyah menjawab, “Apakah engkau seorang Haruri? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk mengqodho’nya. Atau ‘Aisyah berkata, “Kami pun tidak mengqodho’nya.” (HR. Bukhari no. 321)

Dalam hadits Mu’adzah, ia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِى الصَّوْمَ وَلاَ تَقْضِى الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّى أَسْأَلُ. قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat’.” (HR. Muslim no. 335) Berdasarkan kesepakatan para ulama pula, wanita yang dalam keadaan haid dan nifas tidak wajib puasa dan wajib mengqodho’ puasanya. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 28/ 20-21)

Perempuan memiliki masa menstruasi atau haid yang membuatnya tidak melakukan ibadah-ibadah tertentu seperti sholat, membaca Al-Qur’an dan berpuasa. Namun, bukan berarti muslimah yang sedang haid tidak boleh beribadah.

Beribadah sendiri tidak harus selalu berupa ritual-ritual seperti sholat, membaca Al-Qur’an dan berpuasa, melakukan kebaikan untuk mendapatkan ridha Allah juga termasuk kepada ibadah. Nah, inilah 10 jenis ibadah yang masih bisa dilakukan para muslimah saat sedang haid.

(1) Berdo’a.
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda, pernah berkata bahwa berdo’a adalah ibadah (Abu Dawud).
Berdo’alah kapanpun saat ada kesempatan, bukan hanya mendo’akan diri sendiri, bisa juga mendo’akan orang lain.

(2) Mengunjungi Sanak Keluarga.
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir haruslah mempererat tali silaturahmi.” (Al-Bukhari)

(3) Beristigfar dan Berdzikir.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (QS. Al-Ahzab: 41)

Berdzikir bisa dilakukan sambil melakukan berbagai aktivitas lain seperti mengerjakan pekerjaan rumah, memasak atau saat di perjalanan.

(4) Berdakwah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Meski bukan sebuah ritual, menyeru kepada Allah atau berdakwah di jalan Allah merupakan salah satu ibadah yang bisa dilakukan perempuan yang sedang haid.

(5) Mempelajari Islam.
Sebuah hadist mengatakan: “Mencari ilmu merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat muslim.”

Dengan demikian, memperdalam ilmu pengetahuan kita mengenai Islam juga merupakan salah satu bentuk ibadah yang bisa kita lakukan pada saat sedang haid.

(6) Mengunjungi Orang Sakit.
Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda:
Ketika seorang muslim mengunjungi saudara sesama muslim yang sedang sakit, maka ia akan mendapat tanaman buah di surga. (HR. Muslim)

(7) Mendengarkan Alunan Qur’an.
Meski tidak diperbolehkan membaca Al-Qur’an, perempuan haid tetap bisa bertadarus dengan mendengarkan Al-Qur’an. Baik dari saudara muslim lain yang sedang membacakan Al-Qur’an, atau mendengarkannya melalui gadget.

(8) Mengucapkan Salam.
Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim. (HR. Muslim)

(9) Tersenyum.
Pepatah yang mengatakan bahwa senyum adalah ibadah, bukan hanya sekedar basa-basi, karena tersenyum juga merupakan salah satu hal yang dicontohkan rasul. Sehingga kita turut juga melakukan sunnah rasul saat tersenyum.

(10) Menolong Orang Lain.
Menolong orang lain sama halnya seperti bersedekah, ingsyaAllah kebaikan kita akan terbalas suatu hari nanti saat kita sedang membutuhkannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s