HAKIKAT SEORANG WANITA

Posted: 20 February 2017 in TENTANG WANITA

 

Saudariku, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Setelah tangisan akan ada senyuman. Setelah malam akan datang siang. Kegelisahan sebentar lagi akan sirna. Kesengsaraan sebentar lagi akan usai. IngsyaAllah.

Ketahuilah bahwa engkau pada hakekatnya sedang disewa oleh Allah. Apabila saat ini engaku seorang ibu, maka didiklah putra-putrimu dengan benar agar mereka menjadi penolong dan pembela agama-Nya. Mereka akan selalu mendo’akanmu di setiap sujudnya, di setiap pagi dan petang. Sebuah kenikmatan yang tiada terkira bisa menjadi seorang ibu yang penyayang. Cukuplah bagimu kemuliaan dan kebanggan bahwa ibunda Muhammad SAW adalah seorang wanita, dari rahimnya terlahir seorang pemimpin agung dan rasul mulia.

Saudariku, di dalam usahamu ada sebuah harapan untuk menjadi daiyah, menyeru manusia untuk meniti jalan Allah. Dengan kalimat-kalimat yang penuh hikmah, dengan petuah-petuah yang menyentuh hati, dan dengan bantahannya yang lembut dan sopan.

Para wanita sebenarnya telah beramal shaleh dalam kehidupannya yang tidak dilakukan oleh para mubaligh. Betapa banyak wanita yang tinggal di rumah dengan sifat malunya, kemudian agama mengajaknya untuk berhijab dan berakhlak mulia, berkasih sayang terhadap tetangga, dan taat pada suami sehingga dengan itu semua kehidupannya berubah menjadi semerbak harum.

“Bersikaplah yang baik terhadap wanita karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. Jika engkau memaksa untuk meluruskan tulang rusuk tadi, maka dia akan patah. Namun, jika kamu membiarkan wanita, ia akan selalu bengkok, maka bersikaplah yang baik terhadap wanita.” (HR. Bukhari no. 5184)

Menjadi wanita itu sangat memukau. Ketika kecil, dia menjadi pintu surga bagi ayahnya. Beranjak dewasa, dia menjadi penyempurna agama bagi suaminya. Dan saat jadi ibu, dia menjadi pembuka surga bagi anak-anaknya.

Dalam Islam, anak perempuan mendapat perhatian khusus karena ia memiliki peranan yang sangat penting. Mereka adalah calon istri yang kelak akan menjadi seorang ibu di tengah-tengah keluarganya.

Mereka adalah calon pendidik bagi anak-anak mereka sekaligus benteng rumah tangga islami yang penuh keberkahan. Maka didiklah putrimu mengenal agama sejak dini, mencintai Al-Qur’an sejak dini. Semoga kelak ia akan menjadi madrasah pencetak generasi rabbani. Aamiin

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat.” (Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Mali

Dari hadits yang mulia ini kita mengetahui bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencintai umatnya mempunyai banyak anak. Dengan demikian, maka Islam menganjurkan umatnya mempunyai banyak anak dengan maksud dan tujuan yang suci mengikuti ‘Syari’at Rabbul ‘Alamin di antaranya yang terpenting adalah memperbanyak umat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu’bah ra, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bagi kalian durhaka kepada ibu, membunuh anak perempuan dan kikir disertai tamak. Dan Allah membenci bagi kalian menceritakan yang diceritakan orang, banyak bertanya dan menyianyiakan harta,” (HR. Al-Bukhari: 2408, Al-Fath: 5/86-87).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s