BAHAYA MENUNDA-NUNDA SHOLAT

Posted: 21 January 2017 in SHOLAT FARDHU

IMG_20170121_172028-1.jpg

Seringkali kita dihadapkan pada kondisi yang sangat sibuk. Mengurus rumah, mengurus pekerjaan, mengurus anak, mengurus suami, mengurus bisnis, mengurus banyak hal yang membuat kita tanpa sadar menunda-nunda shalat.

Saat adzan tiba, bukannya langsung ambil wudhu dan melaksanakan ibadah wajib ini. Kita malah keasyikan dengan aktivitas kita, bahkan tak jarang kita menundanya.

Agar kita tidak menunda-nunda shalat wajib saat tiba waktunya, kita harus mengetahui apa saja bahaya menunda-nunda shalat wajib?

Simak apa saja bahayanya berikut ini:

(1)  DOSA BESAR

Orang yang menunda atau bahkan meremehkan waktu shalat fardhu sampai lewat waktunya adalah dosa besar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Q.S Maryam: 59)

Makna Idha’atus Shalat (menyia-nyiakan shalat) menurut sebagian ulama tafsir adalah shalat di luar waktunya dan suka meninggalkan shalat.

Umar bin Abdul Aziz berkata tentang maksud ayat di atas, “(makna,-ter) mereka menyia-nyiakan shalat itu bukan meninggalkannya, tetapi menunda-nunda waktunya.”

Imam Ibnu Katsir menukil perkataan al-Auza’i yang dari Musa bin Sulaiman dari Al-Qasim bin Mukhaimarah tentang maksud ayat di atas: “Mereka menyia-nyiakan (menunda-nunda) waktunya, kalau meninggalkan maka telah kafir.”

(2) AKAN MENDAPAT CELAKA DAN KEHANCURAN

Firman Alllah SWT yang artinya: “Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lupa akan shalatnya.” (Q.S Al-Maa’uun: 4-5)

Orang-orang lupa adalah orang-orang yang lalai dan meremehkan shalat.

Sa’ad bin Abi Waqqash berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang orang-orang yang lupa akan shalatnya. Beliau menjawab, yaitu mengakhirkan waktunya.”

Mereka disebut orang-orang yang shalat. Namun ketika mereka meremehkan dan mengakhirkannya dari waktu yang seharusnya, mereka diancam dengan Wail, azab yang berat.

(3) MENGALAMI KERUGIAN

Firman Allah SWT yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat ALLAH. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Q.S Al-Munafiqun: 9)

Para mufasir menjelaskan:
“Maksud mengingat ALLAH dalam ayat ini adalah sholat lima waktu. Maka, barangsiapa disibukkan oleh harta perniagaannya, kehidupan dunianya, sawah ladangnya, dan anak-anaknya dari mengerjakan shalat pada waktunya, maka ia termasuk orang-orang yang merugi.”

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat dari seorang hamba adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka telah sukses dan beruntunglah ia, sebaliknya, jika rusak, sungguh telah gagal dan merugilah ia.” (HR Tirmizi dan yang lain dari Abu Hurairah. Ia berkata, “Hasan Gharib.”)

(4) AKAN DIMASUKKAN KE NERAKA

Firman Allah SWT yang artinya, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek), yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui “ghayyu“. Kecuali orang-orang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” (Q.S Maryam: 59-60)

Adapun “ghayyu“ adalah lembah yang berada di neraka jahanam, yang amat jauh kedalamannya, sangat busuk rasanya, bagi orang-orang yang melalaikan shalatnya.

Allah Ta’ala juga berfirman, “Maka wail-lah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Q.S Al-Maun: 4-5)

Adapun “Wail” adalah lembah di neraka jahanam yang seandainya gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya, maka akan hancur lembur karena panasnya. Itulah tempatmu kelak jika kamu tidak mau bertaubat.

Sekarang kita sudah tahu apa saja bahaya dari menunda-nunda shalat wajib. Mari kita berusaha untuk menyegerakan shalat saat adzan mulai tiba, jangan sampai kita melalaikan shalat.

Semoga Allah menjaga keistiqamahan kita untuk selalu melaksanakan shalat di awal waktu.
Aamiin Aamiin

(Sumber: ummi-online.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s