Hiduplah di Dunia ini Seakan-akan Orang Asing atau Musafir

Posted: 12 January 2017 in Knowledge


Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku, lalu bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir’ [dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur (pasti akan mati)].”

Dan Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma pernah mengatakan:
“Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.”

“Sejak diciptakan, manusia selamanya akan terus menjadi musafir. Tidak ada batas akhir perjalanan mereka kecuali surga atau neraka.” (Ibnu Qayyim Al-Jaujiyyah)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apalah artinya dunia ini bagiku?! Apa urusanku dengan dunia?! Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon, ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya.”

Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu berkata:
Sesungguhnya dunia akan pergi meninggalkan kita, sedangkan akhirat pasti akan datang. Masing-masing dari dunia dan akhirat memiliki anak-anak, karenanya, hendaklah kalian menjadi anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia, karena hari ini adalah hari amal bukan hisab, sedang kelak adalah hari hisab bukan amal.

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah  berkata dalam khutbahnya:
“Sesungguhnya dunia bukan negeri yang kekal bagi kalian, karena Allah telah menetapkan kehancuran bagi dunia dan memutuskan bahwa penghuninya akan pergi.

Betapa banyak bangunan yang kokoh tidak lama kemudian hancur atau roboh dan betapa banyak orang mukim yang sedang bergembira tidak lama kemudian dia meninggalkan dunia. Karena itu, hendaklah kalian (semoga Allah merahmati kalian) memperbaiki kepergian kalian darinya dengan kendaraan paling baik yang ada pada kalian dan berbekallah, sesungguhnya bekal paling baik ialah TAKWA.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya cukup bagi kalian di dunia ini seperti bekal orang yang dalam perjalanan.”

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur [pasti akan mati].”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Perbanyaklah oleh kalian mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian).”

Perkataan Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma:
“Gunakan waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.”

Dalam riwayat at-Tirmidzi rahimahullah:
“Karena engkau, wahai Abdullah, tidak tahu apa namamu besok.”

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Dua nikmat yang banyak sekali manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Diantara indikasi baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.”

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma:
“Aku sedang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian datang seorang laki-laki dari kalangan Anshar, lalu ia mengucapkan salam kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya:
“Wahai Rasulullah! Siapa orang Mukmin yang paling utama?’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
“Orang yang paling baik akhlaknya.’
Orang itu bertanya lagi, ‘Lalu siapa orang Mukmin yang paling cerdas?
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
‘Orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk menghadapi apa yang terjadi setelahnya. Mereka itulah orang yang paling cerdas.”

“Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan,” (Ibnu Mas’ud).

“Janganlah bersedih karena urusan dunia dan isinya. Kita hanya bertamu di atas tanahnya,” (Ustadz Muhammad Idrus Romli).

“Dunia bagaikan air laut, semakin banyak kita meminumnya, semakin kering kerongkongan kita.” (KH. Zinudin MZ)

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (Q.S Al-‘An`ām: 32)

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Q.S Al-`Ankabūt: 64)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s