Tawakkal Bukan Berarti Tidak Berusaha

Posted: 11 January 2017 in Sifat-sifat Baik

Mewujudkan Tawakkal bukan berarti meniadakan usaha. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berusaha sekaligus bertawakkal. Berusaha dengan seluruh anggota badan dan bertawakkal dengan hati merupakan perwujudan iman kepada Allah Ta’ala.

Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang hanya duduk di rumah atau di masjid seraya berkata:
“Aku tidak mau bekerja sedikitpun, sampai rizkiku datang sendiri”. Maka beliau berkomentar: “Ia adalah laki-laki yang tidak mengenal ilmu.

Sungguh Nabi ShallAllahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah menjadikan rizkiku dalam bayang-bayang tombak perangku (baca: ghonimah)”.

Dan beliau juga bersabda:
“Sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah memberimu rizki sebagaimana yang diberikan-Nya kepada burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (Hasan Shohih. HR. Tirmidzi).

Selanjutnya Imam Ahmad berkata:
“Para sahabat juga berdagang dan bekerja dengan mengelola pohon kurmanya. Dan mereka itulah teladan kita.” (Fathul Bari, 11/305-306)

Dari ‘Ashim Ibn ‘Ubaidillah dari Salim dari ayahnya, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai orang mukmin yang berkarya,” (HR. Al-Baihaqi).

“Barangsiapa yang di waktu sore merasa capek (lelah) lantaran pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka di saat itu diampuni dosa baginya,” (HR. Thabrani).

“Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah, serta janganlah lemah,” (HR. Muslim).

“Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya,” (QS. An-Najm: 39).

“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wa Jalla,” (HR. Ahmad).

“Apa yang ditakdirkan akan menjadi milik Anda meskipun jika itu di bawah dua gunung. Dan yang bukan ditakdirkan untuk Anda tidak akan Anda dapat sekalipun hanya berada di antara kedua bibir Anda.” (Imam Ghazali)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s