TAUBAT DARI DOSA

Posted: 9 January 2017 in Knowledge

Taubat adalah “amalan seumur hidup”.
Begitulah kata Ibnul Qoyyim -rahimahullah-.

Karena jerat-jerat dosa selalu ada, sementara diri begitu lemah. Tak ayal, seringkali dia lalai dan berulang kali terjatuh, bahkan dalam dosa dan kesalahan yang sama.
Apalah daya, dia hanya seonggok daging yang sering berjanji, namun sering pula mengingkari (hati).

Puji syukur kepada Dzat yang tak pernah lelah menerima taubat. Yang selalu melimpahkan nikmat, meski hamba-Nya mempersembahkan dosa.

Andai setiap dosa langsung dibalas dengan azab-Nya, tentu takkan ada manusia yang tersisa.

Namun betapa sering Dia menangguhkan azab-Nya, agar sang hamba punya waktu untuk menemukan titik balik menuju-Nya.
Agar sang hamba punya kesempatan berteduh dalam naungan pengampunan, setelah lelah mengarungi lembah kenistaan.

Bangkitlah wahai diri
Karena Dia begitu Pengasih
Jangan sampai terlambat
Karena adzab-Nya begitu pedih
Bersegeralah
Sebelum nafas terhenti

(By: Ust. Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى)

———————————————–

Sesungguhnya Allah menerima pertobatan hamba-Nya selama nyawa belum sampai ketenggorokan. (HR. Ahmad)

Bertobat tidak hanya berarti menyesali dosa tetapi juga membenci dosa. (Buya Hamka)

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 110)

Kuakui bahwa dosaku banyak sekali. Tapi, aku sadar, sesungguhnya rahmat Allah lebih luas dan lebih besar dari dosa-dosaku. (Abu Nawas)

Abu Hurairah RA berkata: Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku, apa-apa yang masih tergerak dalam hati selama belum dibicarakan atau dilaksanakan (dikerjakan).” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Tiadalah musibah itu turun, kecuali akibat dosa. Dan tidaklah ia bisa diangkat kecuali dengan taubat. (Ali bin Abi Thalib)

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan kejelekan-kejelekan. (QS Hud: 114)

Penyesalan merupakan taubat. (HR. Ahmad dan Bukhari)

Hendaklah kamu menjauhi keramaian orang banyak atau berúzlah. Katakan demikian, karena orang banyak bisa menyebabkan kamu berpaling dari Allah serta mendorong kamu untuk berbuat dosa. (Sayyid Bakri al-Maliki)

“Siapa yang takut kepada Allah, maka tidak hidup marahnya, Siapa yang bertaqwa kepada-Nya, niscaya tidak mengerjakan sesukanya,” (Umar bin Khathhab).

“Jika berdiri bulu roma seorang hamba karena takut kepada Allah maka akan berguguran dosa-dosanya bagaikan gugurnya daun dari pohon yang telah kering,” (HR. Abu Syaikh dan Baihaqi).

Janganlah membenci kepada orang yang berdosa, karena kamu tidak tahu sebelum ia meninggal dunia, mungkin ia bertaubat dan Allah terima taubatnya dan meninggikan derajatnya. (Dzun-Nun Al-Misri)

Jika tak mampu bersaing dengan para shalihin dalam ibadahnya, berlombalah dengan para pendosa dalam istighfarnya. (Ibn Rajab Al Hanbaly)

Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan. (HR. Abu Daud)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Tidaklah aku berada di pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit matahari) kecuali aku beristigfar pada Allah sebanyak 100 kali.” (HR. An Nasa’i. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani di Silsilah Ash Shohihah No. 1600)

Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan bahwa jika kami menghitung dzikir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu majelis, beliau mengucapkan:

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

(‘Robbigfirliy wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rohim’)

Artinya:  “Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang]  sebanyak 100 kali.”  (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 556)

“Orang-orang penghuni syurga akan menyesal bila 1 jam saja di dunia dia tidak berdzikir kepada Allah,”  (HR. Adailami).

Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Q.S Al-Mā’idah: 74)

Sesudah itu Allah menerima taubat dari orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S At-Tawbah: 27)

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? (Q.S At-Tawbah: 104)

Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. (Q.S Hud: 90)

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat. (Q.S Al-‘Isrā’: 25)

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S Hud: 112)

…. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Q.S Al-Baqarah: 222)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Q.S ‘Āli `Imrān: 133)

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S Al-Mā’idah: 9)

Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia. (Q.S Al-Ĥaj: 50)

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q.S Al-Ĥadīd: 21)

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (Q.S Al-Mulk: 12)

https://rinirianti.wordpress.com/2013/07/31/sholat-awwabin-taubat-dan-kembali-menuju-keridhaan-allah-swt/

https://rinirianti.wordpress.com/2016/12/12/panduan-sholat-taubat/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s