BAHAGIA MENGENAL ALLAH – JADIKAN ALLAH SEBAGAI TUJUAN

Posted: 9 January 2017 in Sifat-sifat Baik

screenshot_2016-12-20-14-07-29-1

”Barangsiapa mengenal dirinya maka sungguh dia akan mengenal Tuhannya.” (Ali bin Abi Thalib ra)

“Paling dekat seorang hamba kepada Rabbnya ialah ketika ia bersujud,”(HR. Muslim).

“Orang yang berdzikir kepada Allah dan yang tidak, ibarat orang yang hidup dan orang yang mati,” (HR. Bukhari – Muslim).

“Merenungkan tentang nikmat Allah sungguh merupakan salah satu ibadah yang utama,” (Umar bin Abdul Azis).

“Jika Allah bersamamu, maka jangan takut kepada siapa saja, akan tetapi jika Allah sudah tidak lagi bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan olehmu?,” (Hasan al Banna).

“Kebahagiaan itu ada ketika mengingat Allah SWT,”  (Said Al-Khiraz).

“Jika kamu ingin merdeka dari belenggu kehendak dunia, sembahlah Allah dengan ikhlas,” (Abu Ishaq Ibrahim Al-Syaibani).

“Jangan sajikan pada Allah hal yang dibenci-Nya sedang engkau meminta hal yang kau sukai pada-Nya”. (Ibn Qoyyim)

“Hati yang rindu kepada Allah itulah hati yang paling baik,” (Abu Hasan Al-Khirqani).

“Hendaklah bergantung lebih dengan janji-janji Allah daripada janji-janji manusia,” (Syaqiq Al-Bakhi).

“Orang yang paling agung ialah orang yang menyerahkan kehendaknya kepada kehendak Allah dan dia ridha dengan Allah,” (Junaid Al-Baghdadi).

“Jika hatimu terpaku kepada Allah, seluruh dunia tidak akan dapat memudaratkan kamu jika mereka semuanya menjadi musuhmu,” (Abu Hasan Al-Khirqani).

“Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut)-Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.” (Ibnu Rajab).

“Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya,” (Sayidina Ali).

“Berharaplah kepada Allah, seperti harapnya pengemis kepada sedekah orang kaya,” (Abu Hafs al-Hadad).

“Berdo’alah kamu sekalian kepada Allah dengan perasaan yakin akan dikabulkannya doamu,” (HR. Tirmidzi).

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah,” (QS. An-Nisa (4):28).

“Satu tanda bahwa Allah mulai berpaling dari seorang hamba adalah saat dijadikan ia sibuk dalam hal-hal yang tak penting baginya,” (Al-Hasan).

“Barangsiapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaan di sisi Allah,” (Adh Dhahhak).

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu yang bisa melahirkan rasa takut kepada Allah adalah ilmu yang paling baik,” (Ibnu Athaillah as-Sakandari).

“Siapa yang takut kepada Allah, maka tidak hidup marahnya, Siapa yang bertaqwa kepada-Nya, niscaya tidak mengerjakan sesukanya,” (Umar bin Khathhab).

“Jika berdiri bulu roma seorang hamba karena takut kepada Allah maka akan berguguran dosa-dosanya bagaikan gugurnya daun dari pohon yang telah kering,” (HR. Abu Syaikh dan Baihaqi).

Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman: ‘Hai anak Adam, jika kamu bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah, maka Aku tidak akan meridhai bagimu sebuah pahala kecuali surga’,” (HR  Ibnu Majah).

“Orang-orang penghuni syurga akan menyesal bila 1 jam saja di dunia dia tidak berdzikir kepada Allah,”  (HR. Adailami).

“Seorang yang kurang amalannya maka Allah akan menimpanya dengan kegelisahan dan kesedihan,” (HR Ahmad).

“Setiap tetesan air mata yang mengalir kerana membaca Al-Quran maka dia dirahmati oleh Allah Ta’ala,” (Imam Ibnu Ajlan rahimahullah).

”Barangsiapa memelihara ketaatan kepada Allah dimasa muda dan masa kuatnya, maka Allah akan memelihara kekuatannya disaat tua dan saat kekuatannya melemah. Ia akan tetap diberikan kekuatan pendengaran, penglihatan, kemampuan berfikir dan kekuatan akal,” (Ibnu Rajab).

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Q.S Ţāhā: 14)

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan,” (QS. An-Nahl: 128).

“Orang-orang yang pengasih akan dikasihi oleh Yang Maha Pengasih. Kasihanilah orang yang di bumi, maka kalian akan dikasihani oleh yang di langit,” (H.R. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Hakim).

“Allah lah pemilik cinta, cintailah Allah maka kita akan dicintai semua makhluk Nya,” (Abdullah Gymnastiar).

Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik bagimu. (HR. Ahmad)

Hijrahlah dan jangan takut dengan apa yang kau tinggalkan karena kau akan mendapatkan penggantinya, bahkan lebih. (Imam Al Ghazali)

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d: 11).

“Bagi orang yang sudah mengenal Allah dengan baik, maka ia akan yakin bahwa segala hal yang menimpa dirinya adalah bagian dari nikmat yang Allah berikan.” (Aa Gym)

“Banyak orang punya keinginan, tapi sedikit yang mau bersusah payah meraihnya. Cinta Allah adalah sesuatu yang tinggi, maka tebusan untuk itu tentu sangat mahal.” (Aa Gym)

“Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburu-Nya Allah jika seorang Mu’min melakukan apa yang Allah haramkan atasnya”. (HR. Imam Ahmad, al-Bukhari dan Muslim)

“Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah,” (Syeikh Ibnu Athaillah As-Sakandar).

“Barangsiapa yang memilih harta dan anak–anaknya daripada apa yang ada di sisi Allah, niscaya ia rugi dan tertipu dengan kerugian yang amat besar,” (Imam Al Ghazali)

“Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya. Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.” (A’idh Al-Qorni)

“Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun,” (Bukhari-Muslim)

“Hiduplah di dunia ini untuk bekal ke akhirat. Ketahuilah bahwa orang cinta kepada Allah itu tidak tamak kepada dunia,”  (Sirri al-Saqti).

“Seseorang itu tidak akan dapat menikmati lezat menyembah Allah jika dia tidak membuang rasa lezat terhadap apa-apa yang ada di dunia ini,” (Abu Ishaq Ibrahim).

“Kita mempunyai satu kali kehidupan, dan akan segera menjadi masa lalu. Apa yang kita lakukan untuk Allah adalah apa yang akan bertahan selamanya.” (Muhammad Ali)

“Seorang mukmin hidup di dunia bagaikan seorang tawanan yang sedang berusaha membebaskan dirinya dari penawanan dan ia tidak akan merasa aman kecuali apabila ia telah berjumpa dengan Allah Subhanahu wata’ala.“ (Hasan al Bashri)

“Allah tidak memberi kekuatan terhadap orang-orang alim lewat suatu paksaan, akan tetapi Allah menguatkan mereka lewat pintu iman,” (Sahl Ibnu Abdullah).

“Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu adalah benar.” (Ar-Rum: 60).

Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”. (Q.S At-Tawbah: 51)

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (Q.S ‘Āli `Imrān: 200)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Q.S ‘Āli `Imrān: 102)

Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami taati”. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu). (Q.S Al-Mā’idah: 7)

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (Q.S Al-Mulk: 12)

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q.S Al-Ĥadīd: 21)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s