BEKERJALAH – BERKARYALAH

Posted: 5 January 2017 in Sifat-sifat Baik

“Sesungguhnya Allah Ta‘ala suka melihat hamba-Nya bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal,” (HR. Dailami).

“Pergilah awal pagi untuk mencari rezeki dan keperluan karena pagi membawa keberkahan dan kejayaan,” (HR. Thabrani, Ibnu Adi).

“Sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang Mukmin dan berusaha,” (HR. Thabrani dan Baihaqi dari lbnu ‘Umar).

Dari ‘Ashim Ibn ‘Ubaidillah dari Salim dari ayahnya, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai orang mukmin yang berkarya,” (HR. Al-Baihaqi).

“Barangsiapa yang di waktu sore merasa capek (lelah) lantaran pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka di saat itu diampuni dosa baginya,” (HR. Thabrani).

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shadaqah,” (HR. Ibnu Majah di dalam As-Sunan, Kitab At-Tijaroot Bab Al-Hatstsu ‘Ala Al-Makasibi, no.2129. al-Kanani berkata, ‘Sanadnya Hasan’, Lihat Mishbah Az-Zujajah III/5).

“Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya dan bekerjalah untuk kepentingan akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok,” (HR. Baihaqi).

“Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah, serta janganlah lemah,” (HR. Muslim).

“Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya,” (QS. An-Najm: 39).

“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wa Jalla,” (HR. Ahmad).

“Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan.” (Ali bin Abi Thalib)

“Orang yang terkaya yaitu orang yang menerima pembagian Allah dengan rasa senang,” (Ali bin Husein).

‘Pekerjaan apa yg paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang diberkahi.” (HR. Ahmad)

“Bekerjalah untuk keperluan makanmu. Sedang yang paling baik bagi kau yaitu bangun di tengah malam dan berpuasa di siang hari,” (Ibrahim bin Adham).

Bekerja itu untuk mencari pahala bukan rizki. Karena rizki sudah dijamin Allah tapi pahala belum dijamin. (Ust. Salim A. Fillah)

“Apa yang ditakdirkan akan menjadi milik Anda meskipun jika itu di bawah dua gunung. Dan yang bukan ditakdirkan untuk Anda tidak akan Anda dapat sekalipun hanya berada di antara kedua bibir Anda.” (Imam Ghazali)

“Janganlah bersedih karena urusan dunia dan isinya. Kita hanya bertamu di atas tanahnya,” (Ustadz Muhammad Idrus Romli).

“Aku telah membuktikan bahwa kenikmatan hidup itu ada pada kesabaran kita dalam berkorban,” (Sayyidina Umar bin Khaththab).

“Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.” (Imam Ahmad).

“Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah,” (Buya Hamka).

“Orang yang hanya sehari-harinya hanya sibuk mencari uang untuk kesejahteraan keluarganya, maka mustahil ia mendapat ilmu pengetahuan,” (Imam Syafií).

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d: 11).

“Barangsiapa yang menghabiskan waktu berjam–jam lamanya untuk mengumpulkan harta kerana ditakutkan miskin, maka dialah sebenarnya orang yang miskin,” (Imam Al-Ghazali).

Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dan lainnya),” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi).

“Aku yakin bahwa rezeki untukku tidak mungkin diambil orang, maka aku pun menjadi tenang,” (Hasan al-Bashri).

“Kelapangan rezeki dan umur diukur dengan keberkahannya, (bukan banyak sedikit harta, atau panjang pendek usianya),” (Ibnu Qayyim).

“Apa saja yang menjadi rezekiku, tidak akan luput dariku, walau berada di dasar lautan yang paling dalam. (Imam Syafi’i)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah.” (Qs. An-Nahl: 53)

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (Qs. Al-Baqarah: 152)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s