BUJANGAN

Posted: 4 January 2017 in Tentang CINTA

screenshot_2017-01-04-14-40-47-1

Membujang membuat hidup tidak nyaman, tidak pasti, rentan dengan fitnah, sering tertimpa penyakit pusing.

Setiap malam hari, waktu habis bukan untuk tahajjud tetapi untuk melamun. Badan tidak terawat denga baik, tidurpun sering bermimpi aneh-aneh, sedangkan rumah dan tempat tidur menjadi berantakan. Namun banyak para pemuda dan pemudi yang menunda pernikahan, karena menganggap hal ini sangat mengerikan.

Pernikahan menjadi pengekang kebebasan dan menjadikan langkah dibatasi, belum lagi memikirkan urusan keluarga, istri, anak, mertua, saudara ipar dan sebagainya. Maka, jalan kebebasanlah yang dijadikan pilihan.

Dari Anas bin Mâlik RA yang bercerita bahwa ada 3 orang atau lebih datang ke rumah isteri-isteri Nabi SAW dengan maksud menanyakan perihal ibadah beliau.

Ketika diberitahukan bagaimana ibadah beliau, maka mereka berkata:
“Dibanding dengan beliau, maka dimanakah posisi kita, sedang beliau telah diberi ampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.”

Salah seorang diantara mereka berkata:
“Aku akan senantiasa melakukan shalat malam satu malam penuh dan tidak tidur.”

Yang lain berkata:
“Aku akan senantiasa berpuasa sepanjang waktu dan tidak berbuka.”

Yang lain berkata:
“Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.”

Mendengar perkataan dan paling bertakwa kepada Allah diantara kalian, tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan tidur, dan aku menikahi wanita. Barangsiapa membenci Sunnahku, maka bukan termasuk golonganku.” (Shahih Bukhari)

Rasulullâh SAW menghimbau umatnya agar segera berumah tangga, karena hidup membujang bukan termasuk Sunnah Nabi SAW, bahkan merupakan gaya hidup sufistik yang tidak realistis, hanya karena alasan untuk memelihara kualitas ibadah dan menjaga kedekatan dengan Allah.

Bila pemuda membujang karena alasan memelihara kualitas ibadah dan kedekatan dengan Allah tidak dibenarkan, maka bagaimana lagi dengan pemuda yang tidak menikah dan lebih memilih hidup membujang hanya karena alasan belajar, karier atau takut menanggung resiko pernikahan??  Sungguh sangat disayangkan.

Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata: “Bujangan itu seperti pohon di tanah gersang yang diombang-ambingkan angin, demikian dan demikian.” (HR. ‘Abdurrazzaq (no. 10386, VI/171))

Sungguh indah ucapan seorang penya’ir:
Renungkan ucapan orang yang mempunyai nasihat dan kasih sayang
Bersegeralah menikah, maka engkau akan mendapatkan kebanggaanmu
Ambillah dari tumbuhan yang merdeka lagi murni
Dan makmurkan rumahmu dengan takwa dan kebajikan
Jangan terpedaya dengan kecantikan, karena ia menumbuhkan tumbuhan terburuk yang menampakkan kebinasaanmu
Takwa kepada Allah adalah sebaik-baik bekal
Maka makmurkanlah malam dan siangmu dengan berdzikir

(Dari: almanhajorid Ust. Abu Ahmad Zainal Abidin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s