MENUMBUHKAN DAN MENJAGA KEIMANAN

Posted: 8 December 2016 in Knowledge

Iman itu perkataan, perbuatan, dan keyakinan yang bisa bertambah dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan. Maka iman itu bukan hanya perkataan dan perbuatan tanpa keyakinan, sebab yang demikian itu merupakan keimanan kaum munafik, dan bukan pula iman itu hanya sekedar ma’rifah (pengetahuan) dan meyakini tanpa ikrar dan amal. Sebab yang demikian itu merupakan keimanan orang-orang kafir yang menolak kebenaran.

Allah berfirman:
“Dan mereka mengingkarinya karena kadzoliman dan kesombongan (mereka), padahal hati-hati mereka meyakini kebenarannya.” (Q.S Al An’am: 14)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Q.S Al-‘Anfāl: 2)

Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya. (Q.S Maryam: 76)

“Puncak keimanan itu ada empat, yaitu sabar terhadap hukum, ridha terhadap qadar, ikhlas dalam bertawakkal, dan berserah diri kepada Allah.” (HR. Abu Nu’aim)

Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan Mukmin, dan tidaklah peminum minuman keras ketika minumnya dalam keadaan Mukmin serta tidaklah pencuri ketika mencuri dalam keadaan Mukmin. (Muttafaq ‘alaihi)

“Benteng terbesar bagi orang beriman ini adalah Dakwah. Hidupkan suasana dakwah maka Iman akan terjaga,” (Maulana Muhammad Ilyas).

Rasulullah SAW bersabda:

Iman itu lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Yang paling utama adalah ucapan, “Lâ Ilâha Illallâh” dan yang terendah adalah membersihkan gangguan dari jalanan. Dan rasa malu itu adalah satu cabang dari iman. (Muttafaq ‘alaihi)

Abdurrahmân bin ‘Amru al-‘Auzâ’i menyatakan:
Iman adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang. Siapa yang menyakini iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang, maka berhati-hatilah terhadapnya karena ia adalah seorang ahli bid’ah.

Beliau juga ditanya tentang iman, apakah akan bertambah? Beliau menjawab, “Ya, hingga menjadi seperti gunung”. Beliau ditanya lagi, “Apakah akan berkurang?” Beliau rahimahullah menjawab, “Ya hingga tidak sisa sedikit pun darinya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang itu berada di atas agama kekasihnya (teman dekatnya), maka hendaknya salah seorang kalian melihat siapa yang menjadi kekasihnya.”

Nabi SAW bersabda:
“Barangsiapa yang melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Merubah dengan hati itu merupakan selemah-lemah iman.” (As-Sunnah, lbnu Khallal hal: 566 no: 964)

Beberapa cara agar iman kita tetap mantap dan kokoh:

1. Selalu duduk (bersamaan) dengan orang-orang yang sholeh

2. Tadabur Al-Qur’an (membaca, merenungi/memikirkan artinya, mengamalkan, dan mengajarkan)

3. Puasa sunnat

4. Qiyamullail (sholat malam)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s