Sholat Tepat Waktu

Posted: 23 November 2016 in SHOLAT FARDHU

Para malaikat menyeretnya pergi melewati kerumunan orang-orang menuju ke arah api yang berkobar-kobar dari neraka Jahannam.
Dia menjerit dan bertanya-tanya adakah orang yang berkenan membantunya.
Dia menjerit dan menyebutkan semua kebaikan yang telah dia lakukan, kebaikan sewaktu dia membantu ayahnya, ibadah puasanya, sholatnya, dan Al-Quran yang dibacanya.

Dia terus menjerit-jerit, namun tiada seorang pun dari mereka yang berkenan membantunya.
Para malaikat Jahannam terus menyeretnya.

Akhirnya sampailah mereka di pinggir jurang neraka.
Dia pun menoleh ke belakang, ini harapan terakhirnya.
Tiba-tiba dia lalu teringat sesuatu.

Tidak! Rasulullah SAW pernah berkata:
“Sebagaimana bersihnya seseorang yang mandi di sungai lima kali sehari dari kotoran, begitu juga bersihnya orang yang melaksanakan sholat lima kali sehari dari dosa-dosa mereka.”

Dia pun mulai berteriak:
“Sholat saya? Sholat saya? Do’a saya?”

Kedua malaikat itu tidak berhenti, mereka tetap berjalan menuju ke tepi jurang neraka.
Jilatan api neraka yang berkobar-kobar telah menyembur-nyembur ke wajahnya.

Dia melihat ke belakang sekali lagi, tetapi matanya telah pupus dari harapan dan dia tidak mempunyai apa-apa lagi yang tinggal di dalam dirinya.

Salah satu malaikat mendorongnya masuk ke dalam neraka Jahannam. Dia merasakan dirinya melayang di udara dan menuju jatuh ke bawah ke arah api neraka.

Dia terus melayang jatuh selama tujuh puluh tahun ke dalam api neraka, tetapi tiba-tiba tangannya diraih oleh satu lengan.
Dia ditarik kembali ke atas.
Dia mengangkat kepalanya dan melihat seorang lelaki yang sangat tua dengan janggut putih yang panjang. Kelihatannya lelaki itu sangat lemah.

Dia menyapu debu yang menempel di tubuhnya dan bertanya kepada laki-laki tersebut:

“Siapakah engkau?”

Orang tua itu menjawab :

_”Saya sholatmu”_

“Mengapa engkau begitu lama? Saya telah terjatuh masuk ke dalam neraka! Engkau menyelamatkan saya pada saat-saat terakhir sebelum saya hancur didalamnya.”

Orang tua itu tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Apakah kau lupa?
Engkau senantiasa melaksanakan saya pada saat-saat akhir!!”

● Pada ketika itu, dia tiba-tiba terjaga dari tidurnya dan mengangkat kepalanya dari sujud.
Dia pun dalam keadaan basah penuh keringat.
Dia mendengar suara-suara yang datang dari luar.
Dia mendengar azan dikumandangkan untuk menandakan masuknya waktu sholat Isya.
 
Dia bangun dengan cepat dan pergi mengambil wudhu. Dia pun berjanji tidak akan melalaikan atau menunda-nunda sholat lagi. Dia pun telah sadar akan kesalahannya kini.
Dia telah mendapat petunjuk dari Yang Maha Benar. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s