=== SUAMI YANG SHOLEH ====

Posted: 2 July 2015 in KELUARGA / RUMAH TANGGA

11008470_495553140593129_1702029593668854910_nSUAMI YANG SHOLEH adalah yang memperlakukan isterinya dengan sebaik-baiknya,
Memenuhi nafkah isteri,
memenuhi hak-hak isteri
Tidak mendzolimi Isteri,
Lemah Lembut serta Pemaaf,

Kesaksian Isteri menunjukkan akhlak sejati dari seorang lelaki/suami. Suami yang bersikap buruk kepada isterinya maka hakekat akhlaknya adalah buruk walaupun kepada orang lain dia bersikap baik.

==================================

Ciri-ciri Lelaki/Suami Sholeh:

☑ Seorang suami yang selalu memuliakan isterinya.
☑ Seorang suami yang selalu menampakkan senyum di depan isterinya.
☑ Seorang suami yang menjadi Qawwam (pemimpin & pelindung) bagi keluarganya.
☑ Seorang suami yang begitu tangguh dalam berjuang mencarikan nafkah yang halal untuk isteri dan anak-anaknya.
☑ Seorang suami yang tak pernah lelah untuk bersikap lemah lembut mengingatkan,membimbing serta memaafkan kesalahan isterinya.
☑ Seorang suami yang menjadi seorang nahkoda dalam keluarga untuk mengarungi samudera kehidupan agar selamat menuju pelabuhan hakiki yaitu Surga-Nya.
☑ Dan ia selalu berpegang teguh kepada Firman ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala :

”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari (siksa) api Neraka…” (Q.S. At-Tahrim 6)

Ia tidak hanya menuntut isterinya agar menjadi seperti yang ada dalam pikirannya. Akan tetapi ia lebih banyak memberi contoh yang baik dalam rumah tangganya.

Ia tidak hanya menuntut isterinya agar menjadi seorang wanita yang bertakwa kepada Allah. Akan tetapi ia terlebih dahulu mencontohkan dirinya sebagai seorang suami yang bertakwa.

Ia tidak hanya menuntut isterinya isterinya agar menjadi wanita yang penuh hormat kepadanya. Akan tetapi ia terlebih dahulu menjadikan dirinya sebagai seorang suami yang selalu menghargai isterinya.

Ia tidak hanya menuntut isterinya isterinya agar menjadi wanita yang selalu setia. Akan tetapi ia terlebih dahulu memposisikan dirinya sebagai seorang suami yang tidak mudah tergoda kepada wanita lainnya.

Dan ia tidak hanya menuntut isterinya agar menjadi wanita yang penuh kasih sayang dalam keluarganya. Akan tetapi ia terlebih dahulu menjadikan dirinya sebagai suami yang penuh perhatian kepada isteri dan juga anak-anaknya.

Bagaimanapun seorang isteri akan lebih banyak mengikuti dan mencontoh dari apa yang dilakukan oleh suaminya.

☑ Semoga masih banyak kaum lelaki yang punya komitmen demikian bagi isteri dan anak-anaknya.Karena lelaki demikian akan mampu menjadi PEMIMPIN yang sebenarnya dalam keluarga. Yang akan menjadikan rumah tangganya sebagai SURGA bagi isteri dan anak-anaknya..

==================================

13 SIFAT SUAMI SHOLEH

1). Ia senantiasa mengajak isterinya untuk menjadi wanita yang selalu beriman dan bertakwa kepada-Nya.

2). Ia senantiasa berusaha menjadikan rumah sebagai surga bagi isteri dan anak-anaknya.

3). Ia senantiasa berusaha untuk bertanggungjawab atas segala kebutuhan nafkah isteri dan anaknya dengan rezeki yang halal.

4). Ia senantiasa membimbing isterinya menjadi seorang isteri yang selalu taat kepada suami dalam kebaikan

5). Ia senantiasa bersikap ramah dan penyayang kepada isteri dan anak-anaknya.

6). Ia selalu menjaga cinta dan kasih sayangnya kepada isterinya. Tidak mudah berpaling kepada wanita lain.

7). Ia senantiasa berusaha untuk menasehati isterinya di saat khilaf dan berbuat kesalahan. Dan tak segan-segan ia memaafkannya.

8). Ia senantiasa berusaha bersabar dalam menyikapi (misalnya) sifat buruk isterinya. Ia dengan telaten akan mengarahkannya untuk berubah menjadi lebih baik.

9). Ia senantiasa berusaha untuk lebih mengingat kebaikan isterinya dibanding dengan mengungkit-ungkit keburukannya.

10). Ia senantiasa berusaha menyelesaikan setiap permasalahan rumah tangga dengan sebaik-baiknya dan tak mudah menceritakannyakepada orang lain.

11). Ia senantiasa berusaha menjadi pemimpin yang baik dan bijak serta menjadi contoh yang baik bagi isteri dan anak-anaknya.

12). Ia selalu punya waktu untuk berkumpul santai bersama isteri dan anak-anaknya.

13). Dan ia tidak merasa berat hati untuk memberi maaf kepada isterinya jika berbuat khilaf, serta tidak merasa rendah diri untuk meminta maaf kepada isterinya jika ia berbuat khilaf.

============================

# 10 Kiat Menjadi Suami Yang Baik/Sholeh #

1. Mempergauli istri dengan cara yang ma’ruf (baik)

2. Memberi nafkah, pakaian dan tempat tinggal yang baik

3. Mengajari istri ilmu agama

4. Meluangkan waktu untuk bercanda dengan istri tercinta

5. Mengajak istri dan anak untuk rajin beribadah

6. Melihat sisi positif istri Anda

7. Jangan memukul istri tanpa alasan syar’i,

8. Jangan meng-hajr (pisah ranjang dalam rangka mendidik) selain di dalam rumah

9. Membenahi Kesalahan Istri dengan Baik

10. Memberikan nafkah batin yang cukup

Sumber: Buletin An-Nur:

==================================

Beberapa Kewajiban Suami terhadap istri:

1. Bergaul dengan istri dengan cara yang ma’ruf (baik)

2. Memberi nafkah, pakaian dan tempat tinggal dengan baik

3. Meluangkan waktu untuk bercanda dengan istri tercinta

4. Menyempatkan waktu untuk mendengar curhatan istri

5. Mengajarkan istri masalah agama

6. Mengajak istri dan anak untuk rajin beribadah

7. Tidak mempersoalkan kesalahan kecil si istri

8. Tidak memukul istri tanpa alasan yang dibenarkan syariat, dan jika ada alasan yg dibenarkan syariat maka jangan memukul di wajah, jangan menimbulkan luka, dan tidak menjelek-jelekkan /menghina istri

9. Tidak meng-hajr/memboikot (pisah ranjang) dalam rangka mendidik selain di dalam rumah, dan harus punya alasan yang dibenarkan syariat jika memboikot,

10. Memberikan hak istri dalam hubungan intim (mencukupi kebutuhan nafkah batin istri)

11. Memberikan istri kesempatan untuk menghadiri shalat jama’ah selama keluar dengan hijab yang sempurna dan juga memberi izin bagi istri untuk mengunjungi kerabatnya,

12. Tidak menyebar rahasia dan aib istri,

13. Berhias diri di hadapan istri sebagaimana suami menginginkan demikian pada istri

14. Selalu berprasangka baik dengan istri

Poin nomer 2-14 sebenarnya bisa dikatakan bagian dari poin nomer 1,

demikian poin-poin dari artikel Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal / rumaysho.com
silahkan baca selengkapnya di: http://faisalchoir.blogspot.com/2012/04/kewajiban-suami.html

———————————————————————–

Sebaik-baiknya wanita adalah yang taat pada Allah dan patuh pada suaminya..
Dan sebaik-baiknya lelaki adalah yang taat pada Allah dan memuliakan isterinya..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.” (HR. Ahmad)

“Sebaik-baik kalian, adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan Aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmizi)

“Laki-laki (suami) adalah pemimpin bagi keluarganya dan kelak ia akan ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang mereka.” (HR. Al-Bukhari)

“Dan bergaullah dengan mereka (para istri) dengan cara yang baik.” (An-Nisa: 19)

========================

Renungan untuk para Suami (Copas dari ustadz Hasan Al Jaizy)

Sebenarnya seorang suami ketika membaca atau mendengar hadits diutamakannya berbakti kepada ibu 3 kali tanpa ber-underestimate bakti kepada ayah, ia JANGAN cuma menoleh pada ibunya sendiri. Melainkan, ia harus lihat istrinya. Istrinya juga sudah banyak berkorban untuk dirinya, dan anak-anaknya. Suami tentu takkan mau melahirkan anak.

Juga, seorang suami ketika membaca atau mendengar hadits kufraan al-asyiir (kufur terhadap suami), jangan langsung menuding istrinya akan kufur nikmat nantinya dengan lidahnya. Lebih-lebih, merasa aman bahwa suami itu takkan pernah kufur nikmat. Inilah. Lelaki kadang terjebak dengan keegoan dan kesombongannya sendiri. Mengira bahwa dirinya selalu bersyukur terhadap istri. Padahal, bisa jadi seorang suami tidak mengingat jasa-jasa istri pada dirinya dan anak-anaknya, lalu membenci istrinya dan hobi mengorek kesalahannya. Istri salah sedikit langsung dimarahi. Giliran dirinya yang jelas salah, langsung berdalih dengan dalil bahwa istri harus taat pada suami.

Kita meminta kepada Allah Ta’ala agar dijauhkan dari sifat congkak yang kadang ternobatkan di dalam kepala-kepala suami; yang tak menghargai perempuan pada derajatnya. Padahal, perempuan melahirkan betapa payahnya; menyusui dan mentarbiyah betapa lamanya. Kufur nikmat tidSak hanya berpotensi pada istri-istri, melainkan suami-suami juga punya potensi. Allahul musta’an.

Suami-suami yang keras kepala, dan tidak bisa dinasehati manusia, maka sejatinya sedang menunggu ditegur oleh Penciptanya. Mereka merasa superpower di atas keluarga. Namun lupa bahwa di mata Allah al-Aliy al-Kabiir, mereka tidak seberapa.

Kita berlindung pada Allah as-Sittir dari karakter egois yang berlebihan dan meracuni kejiwaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s