BERTENGKAR DENGAN SUAMI?

Posted: 2 July 2015 in KELUARGA / RUMAH TANGGA

11713436_790789254374715_105599217_nBertengkar dengan Suami?

NAMANYA juga hidup berumah tangga, ada kalanya berselisih. Nah, ketika situasi dalam rumah tangga semakin memanas dan pertengkaran menjadi salah satu puncak emosi yang tidak terkendali, maka perlu waktu untuk menenangkan diri dari masing-masing pasangan. Tidak ada yang menginginkan situasi seperti ini terus ada mengisi hari – hari bahagia setiap pasangan.

Tapi, pertengkaran dan berselisih pendapat akan selalu ada menghiasi kehidupan kita. Solusi yang paling tepat mengatasi pertengkaran antara suami istri ini coba dituliskan melalui risalah kecil ini.

Tips mengatasi pertengkaran suami istri yaitu:

1. Cukup satu orang yang marah

Cukup seorang saja yang marah marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah, pantang berjama’ah, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika ia marah dan kita ingin menyela, segera berkata “STOP”!

2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa

Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah. Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan, bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya.

3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga!

Konsep Qur’an, seseorang itu tidak menanggung kesalahan pihak lain. (QS.53:38-40)

4. Jangan marah di depan anak-anak!

Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita.

5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat!

Pada setiap tahiyyat kita berkata : “Assalaa-mu ‘alaynaa wa ‘alaa ‘ibaadil-ahissholiihiin” Ya Allah damai atas kami, demikian juga atas hamba-hamba-Mu yang sholeh. Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap suami kita dengan amarah, maka kita telah mendustai-Nya, padahal nyawamu di tangan-Nya.

6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema’afkan

Selama ada cinta, bertengkar hanyalah “proses belajar untuk mencintai lebih intens”.

[Sumber: rki]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s