Pada hari Jumat, 21/07, zionis Israel kembali menzalimi umat Muslim Palestina.

Pasca shalat Jumat usai dilangsungkan di luar area Masjidil Aqsa, tentara zionis memberondong warga Muslim Palestina dengan peluru.

Saat kabar ini ditulis, dikabarkan telah jatuh seorang korban jiwa yang bernama Mohammed Sharaf (18 tahun). Ratusan lainnya terluka. Sedangkan beberapa warga juga dikabarkan ditahan oleh tentara zionis.

Sahabat, sungguh tidak ada alasan bagi umat Muslim Indonesia untuk tidak peduli terhadap apa yang terjadi di Palestina saat ini.

Masjidil Aqsa, tempat tersuci ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi, tengah terancam dan terus dizalimi oleh zionis laknatullah.

Palestina sedang dalam kondisi genting dan kritis, sungguh wajib bagi kita untuk seminimal mungkin berdo’a untuk saudara-saudara kita di sana.

(Via: fb Aksi Cepat Tanggap)

~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~

Dua pemuda Palestina dilaporkan meninggal dunia setelah pasukan keamanan Israel membubarkan paksa aksi protes ribuan warga Palestina untuk menentang pemasangan detektor logam di komplek Al Aqsa, Jum’at (21/7/2017) siang waktu setempat.

Kematian dua pemuda ini pun membuat situasi di Jerusalem Timur semakin tegang. Selain memasang detektor logam di pintu masuk, pemerintah zionis Israel juga melarang warga memasuki komplek Al Aqsa, kecuali orang tua (diatas 40 tahun).

(Via: @infia_fact)

~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~○~

Masjid Al Aqso, kiblat pertama kali umat Islam, (14 juli 2017) untuk yang pertama kalinya, ditutup untuk umat muslim dalam sejarah penjajahan Israel. Saudara-saudara kita pun tak dapat melaksanakan sholat. Ini bukan perkara agama semata, namun perampasan hak yang dilindungi secara inernasional (PBB declaration of human right).

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra: 1)

Sahabat, umat muslim dihalangi untuk shalat, di tempat perintah shalat diturunkan-Nya.
Akankah kita termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi, dengan memalingkan badan kita dari musuh-musuh umat Islam?

“Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut pada musuh), nanti kamu menjadi orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Maidah: 21)

(Via: @actforhumanity)

20170710_105130-1

Kelihatan banget mana yang serius dan mana yang ga ada niat sama sekali.
Kelihatan banget mana yang cuma ngebaperin anak orang dan mana yang sungguh-sungguh niatnya untuk sama-sama menyempurnakan setengah agama.

Kenapa dia menjauh atau kenapa dia ga bersatu denganmu???
Jawabannya: Coba ingat-ingat lagi kamu “BERDO’A” apa selama ini sama Allah.
Kamu pasti berdo’a sama Allah minta yang sholeh, paham agama, baik akhlaknya, baik nasabnya, dsb. Berdo’a itu bukan???

Sebenarnya kamu udah tau sendiri jawabannya kalau dia itu memang bukan “ORANG YANG TEPAT” untukmu dan mungkin dianya “BELUM SESUAI” dengan do’a yang selama ini kamu minta sama Allah.

Lah terus kenapa kamu galau dan ga suka kalau dia sama orang lain?
Wajar sih cemburu atau kecewa karena sebelumnya kamu menganggap dia udah dekat sama kamu, eeeh ternyata ga lama kemudian kamu dapat informasi bahwa dia sekarang udah dengan yang lain.

Terus kamu mau apa sekarang???
Mau nangis ya? Ngelamun ya? Galau ya?
Hehe boleh-boleh aja, tapi jangan lama-lama, sebentar aja ya ga pake keterusan galau disertai nangis. Harus ikhlas, senyum dan ceria lagi.

Kesimpulannya adalah berarti dia bukan yang “TERBAIK” buat kamu, karena nanti akan ada seseorang yang lain yang “TERBAIK” untukmu. Kamu tinggal tunggu aja pada waktunya dimana nanti kamu akan merasakan kebahagiaan melibihi lamunan kamu jika hidup bersama dia yang sekarang udah punya dan milik orang lain.
Karena skenario yang ditetapkan Allah itu sangat indah.

Iya kali dia yang kamu harapkan itu memang baik, tapi perlu diingat bahwa seseorang yang “BAIK BUKAN BERARTI YANG TERBAIK UNTUKMU”.
Akan tetapi ia yang “TERBAIK SUDAH PASTI BAIK UNTUKMU”. 🙂

Dan ingat pula bahwa segala sesuatu itu sudah ditetapkan pasangannya termasuk kamu sama si dia yang on the way ke dalam hidupmu. Jadi tunggu aja. 🙂

Udah, lupakan dia yang cuma ngebaperin kamu, sekarang tinggal tunggu dia yang baru yang Allah sudah tetapkan untukmu. Selama menunggu waktunya tiba, manfaatkan waktu untuk memperbaiki diri, memantaskan diri, meningkatkan kualitas diri, cari dan pelajari ilmu yang banyak, siapin mental, hati-hati jaga hati, dan yang terakhir adalah lakukan semua ini karena Allah, bukan karena jodoh. 🙂

#Muse #10Juli2017 #15Syawal1438H #Sharing #CurhatRini #Riniiswriter

Muzammil Hasballah, Siapa Dia?

Posted: 7 July 2017 in Motivasi

IMG_20170707_075259

MUZAMMIL Hasballah adalah pemuda muslim yang inspiratif di masa kini. Awalnya, ia dikenal sejak video yang diunggahnya di Youtube beberapa waktu lalu ditonton oleh lebih dari 270 ribu viewer. Apa dan kenapa video tersebut bisa membuat Muzzamil memperoleh banyak pujian? Inilah kisah dibalik video tersebut.

Dikutip dari Inspiradata, Muzzamil memaparkan bahwa video dirinya yang sedang menjadi imam sholat di masjid Al Latief, Bandung tersebut memang diunggahnya dengan sengaja. Bukan bermaksud riya.

“Ibadah wajib tentu sangat dianjurkan untuk disebarkan. Memang ada istilah, rahasiakan amalmu sebagaimana kau merahasiakan aibmu. Tapi itu kan berlaku untuk amalan sunah. Sedangkan salat adalah ibadah wajib, dan saya mengajak untuk melakukan hal itu,” papar Muzzamil.

Dibalik penampilannya yang gaul, kehidupan pemuda kelahiran Sigli, Nangroe Aceh Darussalam ini ternyata dekat sekali dengan pendidikan agama–terutama Al Qur’an.

Selama menempuh pendidikan di Jurusan teknik arsitektur Institut Teknologi Bandung, dia tetap mempelajari Al Qur’an dan dekat dengan masjid. Sehingga ia kerap dipercaya untuk menjadi imam sholat.

Ketertarikan pemuda kelahiran 21 September 1993 ini terhadap langgam Al Qur’an dimulai sejak ia masih kecil. Kecintaannya terhadap Al Qur’an pun makin meningkat. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang siswa di sekolah umum yang mempelajari pengetahuan umum, Muzammil tetap teguh mendalami minatnya terhadap Al Qur’an.

Imam muda bersuara emas yang berhasil mendapat pujian dari Imam Masjidil Haram ini, selalu mengingat pesan ibunya.

“Jadilah engkau berhati Mekkah dan berotak Jerman.” Ungkapan itu masuk ke relungnya. Sehingga walaupun menempuh pendidikan umum, Muzzamil tidak pernah melupakan kewajibannya untuk menimba ilmu agama dan mensyiarkannya kepada sesama.

“Saya terinspirasi dari syekh-syekh idola saya, mereka menyebar motivasi dan inspirasi untuk orang lain. Saya melakukan hal yang sama biar orang-orang bisa termotivasi lewat saya juga,” ujar pemuda yang berkat lantunan bacaan qur’annya itu berhasil bertemu langsung dengan idolanya, Syeikh Abdul Rahman bin Jamal Al Ausy, sang Imam Masjidil Haram.

Muzammil baru saja mengakhiri masa lajangnya dengan menyunting Sonia Ristanti, Jumat (7/7/2017) di Aceh.

(Sumber: islampos.com)

AJARI ANAKMU SHOLAT

Posted: 1 July 2017 in MENDIDIK ANAK

Screenshot_2017-06-27-11-19-58-1

Pendidikan anak yang sangat ditekankan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah membaguskan semangat anak untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Anak diusung untuk senantiasa melatih diri beribadah. Hingga pada masanya anak tumbuh dewasa, dirinya telah memiliki kesadaran tinggi dalam menunaikan kewajiban ibadah.

Diantara perintah yang mengharuskan anak dididik untuk menunaikan yang wajib, seperti hadits dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Suruhlah anak-anak kalian menunaikan shalat kala mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (bila meninggalkan shalat) kala usia mereka sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (Sunan Abi Dawud no. 495. Asy-Syaikh Al-Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu menyatakan hadits ini hasan shahih)

Yang dimaksud menyuruh anak-anak, meliputi anak laki-laki dan perempuan. Mereka hendaknya dididik bisa menegakkan shalat dengan memahami syarat-syarat dan rukun-rukunnya.

Jika hingga usia sepuluh tahun tak juga mau menegakkan shalat, maka pukullah dengan pukulan yang tidak keras dan tidak meninggalkan bekas, serta tidak diperkenankan memukul wajah. (Lihat ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, 2/114)

Untuk mengarahkan anak tekun dalam beribadah memerlukan pola yang mendukung ke arah hal tersebut. Seperti, diperlukan keteladanan dari orangtua dan orang-orang di sekitar anak.

Perilaku orangtua yang ‘berbicara’ itu lebih ampuh daripada lisan yang berbicara. Anak akan melakukan proses imitasi (meniru) dari apa yang diperbuat orangtuanya.

Syariat pun sangat tidak membuka peluang terhadap orang yang hanya bisa berbicara (menyuruh) namun dirinya tidak melakukan apa yang dikatakannya.

(Sumber: @teladan.rasul)

Screenshot_2017-07-01-03-28-51-1

Namanya Alana. Ia lahir prematur dan dikatakan sudah meninggal oleh dokter.
Sang Ibu berniat akan membawanya pulang dengan kardus, karena mahal jika memakai ambulance.
Qodarullah. Bayi yang masih kelihatan organ ususnya itu tiba-tiba muntah. Ia masih hidup. Dokterpun segera melakukan penanganan.
Sang ibu bahagia luar biasa.
Tapi tak disangka dokter memvonis bayi itu tidak akan bisa bicara dan berjalan.

Tahun demi tahun berlalu, bayi itu tumbuh besar dibawah asuhan seorang ibu yang penyayang dan penyabar.
Ia tumbuh menjadi anak yang sangat istimewa.
Ia diistimewakan oleh Allah.
Ia memang tidak bisa berjalan seperti yang dikatakan dokter, tapi masyaAllah… ia menjadi hafiz cilik, penghafal Al-Qur’an.

Namanya Alana, usia 7 tahun.
Asal dari Banjarnegara, Jawa Tengah.
Bocah laki-laki itu punya keinginan sederhana, yakni berjalan dan berlarian di sawah bersama teman atau saudara.😭
Semua menangis mendengar mimpinya.

Abi Amir sang juri hafiz RCTI berkata:
“Nak, di dunia mungkin jalanmu masih tertatih-tatih, tapi insyaAllah engkau akan melesat saat melewati jembatan shiratal mustaqim di akherat nanti.”
Lantas Abi Amir mencium kaki hafiz cilik ini.

Tak sedikit yang menangis tatkala ia duduk di panggung hafiz RCTI.
Sosoknya menginspirasi banyak orang untuk lebih bersyukur. Namun tadi siang ia harus pulang dan belajar di rumah. Semoga selalu semangat dan makin cinta Al-Qur’an ya sayang.

(Via: @remaja.islami)

Screenshot_2017-06-26-16-08-10-1

PERTANYAAN:
Mana yang lebih utama puasa (enam hari) berturut-turut atau terpisah?

JAWABAN:

الأفضل صيام ستة أيام من شوال أن تكون متتابعة، وأن تكون بعد يوم الفطر مباشرة؛ بما في ذلك من المسارعة إلى الخير، ولا بأس أن يؤخر ابتداء صومها عن اليوم الثاني من شوال، ولا بأس أن يصومها الإنسان متفرقة إلى آخر الشهر؛ لعموم قوله صلى الله عليه وسلم: من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر كله. ولم يشترط النبي صلى الله عليه وسلم أن تكون متتابعة، ولا أن تكون بعد رمضان مباشرة

🔴 Lebih utama puasa enam hari di bulan Syawal dilakukan secara berturut-turut dan dilakukan langsung setelah hari Idul Fitri. Karena yang demikian ini merupakan upaya untuk bersegera melakukan kebaikan.

🔴 Namun tidak mengapa ditunda permulaan puasanya dari hari kedua bulan Syawal. Tidak masalah pula seseorang melakukannya secara terpisah hingga akhir bulan. Ini berdasarkan keumuman sabda beliau shallallahu alaihi wasallam: “Siapa saja yang puasa Ramadhan lalu mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah dia puasa sepanjang tahun.”

Dalam hadis ini Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mempersyaratkan harus berturut-turut puasanya dan tidak pula harus langsung setelah Ramadhan.

Referensi:
👤 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📚 Silsilah Fatawa Nur ‘alad Darb kaset nomor 239
🌍 Web | shahihfiqih.com/fatwa/cara-mengerjakan-puasa-6-hari-di-bulan-syawwal/

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Imam Nawawi rahimahullah berkata:
”Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut sehari setelah shalat ’Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan. Karena seperti itu pun disebut menjalankan puasa enam hari Syawal setelah Ramadhan.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

FAQ:
(1) Mulai kapan waktu puasa syawal?
Jawab: mulai 2 syawal sampai 30 syawal.

(2) Apakah harus berurutan puasanya?
Jawab: tidak harus berturut-turut.

(3) Jika ada hutang puasa lebih utama membayar hutang puasa (qadha’) atau puasa syawal?
Jawab: lebih utama membayar hutang puasa (qadha’) dulu, apalagi di hadits kan bilangnya menyempurnakan puasa ramadhan dulu, baru dilanjutkan puasa 6 hari di bulan syawal.

(4) Apakah niat puasa syawal bisa digabung dengan membayar hutang puasa?
Jawab: tidak bisa, yang boleh niatnya digabung itu kalo sama2 puasa sunnah, misal puasa syawal,  digabung niat puasa senin kamis/puasa tengah bulan.

(5) Bagaimana lafadz bacaan niat puasa syawal?
Jawab: Niat itu amalan hati, tidak perlu dilafadzkan. Anda sahur diniatkan untuk puasa syawal maka sudah cukup.

Semoga Allah memudahkan kita menjalankan ibadah puasa enam hari di bulan Syawal sehingga bisa meraih keutamaan puasa setahun.

(@indonesiabertauhidofficial – UstadzBadrusalam)