20170509_054140

Image  —  Posted: 25 May 2017 in KELUARGA / RUMAH TANGGA, MENDIDIK ANAK

Berikut 7 tips menyambut Bulan Ramadhan:

(1) Berdo’a kepada Allah SWT agar kita diberikan umur dan kesehatan dalam memasuki bulan Ramadhan. Ini penting, karena bagaimanapun juga nikmat iman dan islam serta nikmat sehat akan menunjang ibadah yang baik dalam Bulan Ramadhan.

(2) Bersyukur kepada Allah SWT dan bergembira menyambut datangnya bulan Ramadhan. Ada banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita dapat bertemu dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Maka pujilah Allah SWT dan sambutlah Ramadhan dengan gembira.

(3) Rencanakan kegiatan dan tetapkan target. Misal, “Ramadhan kali ini aku mau Khatam Al-Qur’an dalam 1 Bulan“. Maka siapkan dan rencanakan dengan matang.

(4) Bulatkan tekad untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat. Karena apabila tidak diniatkan dengan sungguh-sungguh maka Ramadhan hanya akan terlewat begitu saja.

(5) Persiapkan fisik dan mental. Ini tidak kalah penting dengan tips lainnya, secara tidak langsung kita juga harus menyiapkan fisik dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti berolah raga rutin, puasa sunnah senin-kamis, dll.

(6) Persiapkan iman kita, bisa dengan cara menghadiri majelis ilmu. Ilmu yang bermanfaat insyaAllah akan menambah keimanan kita dan otomatis akan memaksimalkan ibadah kita selama bulan Ramadhan. Apabila berhalangan ke majelis ilmu, bisa lihat di youtube atau media lainnya.

(7) Tinggalkan maksiat dan dosa. Isi Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, bukalah halaman baru, halaman yang putih bersih selama bulan Ramadhan.

20170523_074700-1

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah.”

Dalam riwayat Abu Daud, disebutkan:
“Sebaik-baik nikah adalah yang paling mudah.” (HR. Abu Daud, no. 2117; Al-Hakim, 2: 181-182. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim juga shahih sebagaimana dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, 6: 344)

Hadits di atas menunjukkan bahwa mahar yang paling bagus dan menjadi mahar terbaik adalah mahar yang paling mudah untuk dipenuhi. Inilah yang dipersiapkan oleh calon suami, hendaklah pihak wanita mudah menerima hal ini. Kalau maharnya itu serba sulit dan memberatkan, itu menyelisihi yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk berkahnya seorang wanita, yang mudah khitbahnya (melamarnya), yang mudah maharnya, dan yang mudah memiliki keturunan.” (HR. Ahmad, 6: 77)

Mudahnya mahar memiliki manfaat yang begitu besar:
(1) Mengikuti sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
(2) Memudahkan para pemuda untuk menikah
(3) Mudahnya mahar akan menyebabkan cinta dan langgengnya kasih sayang

Boleh nggak sih maharnya hanya hafalan saja? Atau dipinang dengan bismillah saja? Tanpa mahar berupa harta?

Terlepas dari boleh-tidaknya mahar berupa pengajaran hafalan Qur’an, yang lebih baik adalah mahar berupa harta, karena lebih sesuai dengan firman Allah dalam surat An Nisa ayat 24. Selama si lelaki masih memiliki harta yang bisa dijadikan mahar walaupun sedikit.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah ditanya oleh seorang wanita, “Bolehkah saya meminta mahar berupa Al-Qur’an Al Karim? Tujuannya agar saya bisa tetap memilikinya di akhirat. Karena setiap bacaan hurufnya bernilai 10 kebaikan. Maksud saya, saya ingin mahar saya tersebut menjadi simpanan akhirat, bukan simpanan dunia. Dan juga saya ingin mahar saya ringan dan mudah.”

Syaikh menjawab, “Yang disyariatkan adalah mahar berupa harta. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Mencari isteri-isteri dengan hartamu‘ (QS. An Nisa: 24)

Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika datang seorang wanita yang ingin menawarkan diri kepada beliau, beliau tidak menerimanya. Namun beliau ingin menikahkan wanita tersebut dengan salah seorang diantara para sahabatnya. Kemudian beliau bersabda kepada sahabat tersebut:
“Carilah mas kawin walaupun hanya cincin besi.”

Dan ingatkah kisah Ali bin Abu Tholib yang tidak mempunyai harta apapun sebagai mahar untuk meminang Fatimah Az-Zahra?
Rasulullah menyuruhnya untuk memberi harta apapun yang dimilikinya. Sedang waktu itu Ali hanya memiliki pedang, unta, dan bahu besi. Akhirnya Rasulullah memilih baju besi untuk menikahkan Fatimah dengan Ali sebagai mahar pernikahannya.

Maka yang disyariatkan adalah mahar berupa harta walaupun sedikit. Jika si suami miskin, dan ia tidak memiliki harta untuk dijadikan mahar, maka pendapat yang benar, boleh baginya untuk menikahi wanita dengan mahar berupa pengajaran ayat-ayat Al Qur’an. Atau pengajaran surat-surat dalam Al Qur’an.

Screenshot_2017-05-21-20-36-06-1-1

Sungguh malang nasib para koruptor itu. Kekayaan hasil korupsi yang mereka kumpulkan ternyata tidak membawa manfaat apapun bagi mereka. Harta tidak berkah itu justru menjadi sumber malapetaka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan ancaman hukuman yang berat. Di akhirat kelak telah menunggu siksa yang keras bagi mereka.

Coba lihat akibat buruk perbuatannya, semua manusia mengutuknya dan mendo’akan keburukan atas dirinya. Harta yang diperolehnya juga tidak membawa berkah.

Sebagian orang mengira para koruptor itu bahagia. Mereka mengira para koruptor itu bisa mendapatkan apa saja. Ini adalah penilaian yang keliru. Hidup mereka diliputi rasa takut dan khawatir kejahatan mereka terbongkar. Itulah hakikat dosa, yaitu sesuatu yang mengganjal dalam hatimu dan engkau khawatir orang lain mengetahuinya.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Dosa adalah segala yang mengganjal dalam dadamu dan engkau tidak suka orang lain mengetahuinya.” (Shahîhul Jâmi’ no. 2880)

Begitulah kalau sudah memakan hasil korupsi, bukan kepuasan yang dirasakan jiwanya namun justru sebaliknya, ia akan semakin rakus dan tamak layaknya orang kesurupan.

Para koruptor ini jika tidak bertaubat sampai matinya maka mereka akan menyandang predikat buruk di dunia, di alam barzakh dan di akhirat. Ketika para malaikat yang membawa ruhnya melewati rombongan para malaikat di langit dan ditanya, “Ruh siapakah yang buruk ini?” Para malaikat yang membawa ruh ini menjawab, “Ini adalah ruh fulan bin fulan.” Dengan menyebut nama paling buruk yang pernah disandangnya di dunia. (HR. Imam Ahmad)

Tidakkah para koruptor itu merasa kasihan dan iba melihat anak-anaknya bakal menyandang sebutan buruk sepeninggal dirinya? Akan melekat pada anaknya sebutan ‘anak koruptor’!

Para koruptor itu jika mengangkat tangannya tinggi-tinggi berdo’a kepada Allah bahkan sampai meraung dan menangis, namun do’anya tidak dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla. Bagaimana do’anya bisa dikabulkan, sementara makanan, minuman dan pakaian yang dikenakannya diperoleh dengan cara yang diharamkan yaitu dengan cara korupsi. Bagaimana mungkin do’anya dikabulkan?

Gallery  —  Posted: 23 May 2017 in KELUARGA / RUMAH TANGGA

SITI KHADIJAH

Posted: 23 May 2017 in TENTANG WANITA

Screenshot_2017-03-12-04-32-46-1

Beliau dilahirkan lima belas tahun sebelum tahun gajah, dalam nasab, dirinya termasuk berada pada kalangan menengah dalam suku Quraisy, dan yang paling tinggi kemuliaannya. Sampai dirinya dikenal dengan kesuciannya dari hal-hal buruk yang dilakukan para wanita pada zaman jahiliyah.

Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah. Dan beliau dipersunting oleh Rasulallah SAW, sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun, dan Nabi berusia dua puluh lima tahun.

Rasulallah SAW tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.

Darinya lahir anak-anak beliau, pertama anak laki-laki yang bernama Qosim, dimana dengan sebab itu beliau dipanggil ayahnya. Kemudian lahir Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah serta Abdullah.

Beliau dijuluki dengan wanita yang paling baik akhlaknya lagi suci. Dari anak-anak yang lahir darinya, semua anak laki-lakinya meninggal ketika masih kecil, adapun anak-anak perempuannya maka seluruhnya menjumpai masa Islam dan semuanya masuk agama Islam dan ikut hijrah, dan mereka semua menjumpai ibunya kecuali Fatimah, sesungguhnya ibunya meninggal beberapa bulan setelah kelahirannya.

Dirinya adalah orang pertama yang beriman dan percaya kepada Rasulallah SAW sebelum ada seorangpun yang beriman padanya. Beliau yang meneguhkan Nabi supaya tetap teguh, serta membawanya kepada anak pamannya Waraqah. Dan Allah telah menyuruh Nabi-Nya supaya memberi kabar gembira kepadanya, dengan rumah di surga dari emas yang tidak ada kebisingan serta rasa capek di dalamnya.

WANITA ADALAH AURAT

Posted: 22 May 2017 in TENTANG WANITA

Screenshot_2017-05-22-11-43-18-1

Mengapa syariat menyuruh wanita untuk menutup aurat?
Tidak menampakkan perhiasannya?
Tidak tabarruj?
Tidak melembutkan suara di hadapan lelaki bukan muhrim?
Tidak memakai wewangian?
Karena islam begitu memuliakan wanita.

Wanita diciptakan indah dan akan selalu terlihat menggoda dipandangan lelaki. Mengapa? Karena berdasarkan sabda Rasulullah SAW yaitu:
“Wanita itu adalah aurat, maka apabila keluar niscaya ia dipercantik oleh syetan.” (HR.Tirmidzi dan Ath Thabrani)

Wanita adalah aurat maka dari itu harus dijaga dan dilindungi seluruh bagian tubuhnya termasuk suara. Karena bila wanita tak menyadari hal ini dan tetap mengumbar auratnya maka akan timbul fitnah.

Seperti sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa salam yang artinya:
“Aku tidak meninggalkan satupun fitnah sepeninggalanku yang lebih membayahayakan lelaki kecuali para wanita.” (HR. Al Bukhari)

Akan tetapi disisi lain bersyukurlah menjadi wanita, karena wanita adalah perhiasan terindah yang bisa menjadi jalan bagi lelaki untuk menuju surga. Wanita yang bagaimana? Yaitu wanita sholehah. Seperti sabda Rasulullah SAW yang artinya:
“Dunia adalah perhiasan dan sebaik baik perhiasan adalah wanita sholehah.” (HR. Muslim)

Lalu bagaimana menjadi wanita sholehah? Sami’na wa atho’na. Islam telah membuat hukum yang jelas bagi wanita maka dari itu pelajarilah hukumnya dan laksanakan.
Salah satunya adalah tentang berhijab syar’i yang terdapat dalam Al-Qur’an: “Hai Nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak wanitamu dan istri-istri orang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. Karena itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al ahzab: 59)

Wanita itu ujung tombaknya peradaban.
Sebab darinya lahirlah generasi penerus.
Dengan tangannya terdidik jiwa-jiwa yang tangguh.

Wanita itu mulia kedudukannya di dalam islam.
Ketika kecil, ia menjadi jembatan ayahnya menuju surga.
Ketika menjadi istri, ia penyempurna separuh agama suaminya.
Ketika menjadi ibu, surga di bawah telapak kakinya.

Dalam islam, wanita itu hanya dua pilihannya yaitu menjadi sebaik-baiknya perhiasan (wanita sholeha) atau menjadi sebesar-besarnya fitnah.

Maka jadilah wanita sholehah, yang taat kepada Allah, menjaga kehormatannya, dan patuh terhadap suaminya, maka kamu akan masuk surga melalui pintu mana saja yang kamu (wanita) kehendaki. (HR. Ibnu Hibban)